Prabowo Targetkan Penutupan 750 BUMN untuk Hemat Rp100 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menetapkan penutupan 750 BUMN hingga 2026 sebagai langkah efisiensi, dengan pencapaian awal penutupan 328 perusahaan yang telah menghemat Rp50 triliun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.20 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan ambisi besar untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara dengan menutup setidaknya 750 badan usaha milik negara (BUMN) dalam periode hingga akhir 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan tata kelola BUMN dan mengurangi pemborosan anggaran yang selama ini menjadi isu krusial. Dalam pertemuan dengan para jurnalis senior dan pakar di Hambalang, Jawa Barat, ia menyatakan bahwa sebanyak 328 perusahaan telah resmi ditutup sejauh ini, dengan dampak langsung berupa penghematan sebesar Rp50 triliun dari biaya operasional.
Prabowo menekankan bahwa penutupan tidak dilakukan secara acak, melainkan fokus pada entitas yang dinilai tidak berjalan efektif atau tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap kinerja negara. Ia menegaskan bahwa BUMN yang sehat dan menguntungkan tetap akan dipertahankan sebagai aset strategis. Dalam paparannya, ia mengungkapkan kekecewaan atas kondisi yang ditemukan, termasuk biaya overhead yang tinggi, seperti gaji eksekutif, sewa gedung, mobil dinas, dan rapat kerja yang berulang kali membebani anggaran negara.
Dari pengalaman awal, ia optimistis bahwa penutupan 700-an BUMN lainnya bisa mencapai penghematan tambahan sebesar Rp50 triliun, sehingga total penghematan mencapai Rp100 triliun dalam lima tahun. Ia mengaku terkejut saat mengetahui jumlah BUMN yang ada mencapai 1.074 entitas, termasuk anak usaha, jauh melampaui perkiraan awal yang hanya sekitar 300 perusahaan. Menurutnya, banyak dari entitas ini telah berubah menjadi alat politik yang dimanfaatkan untuk keuntungan kelompok tertentu.
Prabowo menyampaikan kekhawatiran besar atas praktik pelaporan keuangan yang dimanipulasi demi memperoleh insentif, seperti bonus bagi direksi. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk penipuan terhadap keuangan negara. Ia mencontohkan bahwa proyek infrastruktur seperti jembatan atau gedung yang dikerjakan swasta akan dikelola secara transparan dan efisien, sedangkan di BUMN justru terjadi pembengkakan anggaran. Ia menegaskan bahwa perlu perubahan mendasar dalam budaya manajemen BUMN agar tidak lagi menjadi sumber dana bagi penguasa, melainkan alat pelayanan publik yang akuntabel dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Serangan Bom di Kompleks Kepolisian Kohat Tewaskan 27 Orang
Serangan bom bunuh diri di masjid dalam kompleks kepolisian Kohat menewaskan 27 orang, termasuk anggota polisi dan warga sipil, dengan 57 lainnya terluka akibat ledakan dan baku tembak.
19 September 2026

Pengadilan Thailand Minta Darurat Bencana untuk Atasi Ikan Nila Invasif
Pengadilan Tata Usaha Negara Thailand memerintahkan penanganan darurat terhadap ikan nila dagu hitam yang merusak ekosistem dan mata pencaharian di Samut Songkhram.
19 September 2026

Tanoto Foundation Perkuat Riset Kesehatan Asia Melalui Pendekatan Terintegrasi
Yayasan ini memperluas dukungan riset medis di Asia dengan fokus pada kesehatan ibu-anak, diabetes, kanker, dan gangguan degeneratif, berbasis pada kolaborasi lintas negara dan inovasi berbasis bukti.
19 September 2026

Warren Buffett Hentikan Jabatan Chairman Usai 56 Tahun Memimpin
Warren Buffett resmi melepas jabatan Chairman Berkshire Hathaway setelah 56 tahun memimpin, menyerahkan kendali kepada putranya Howard sebagai ketua dewan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

