Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya keberanian berpikir kritis dan integritas akademisi, mengkritik profesor yang dinilai memihak kepentingan asing.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kekuatan bangsa harus dibangun dari fondasi pemikiran kritis dan keberanian mengakui kelemahan diri sendiri. Pernyataan itu disampaikan dalam acara syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9), di mana ia menekankan bahwa nilai-nilai luhur seperti jujur, ikhlas, dan tidak korupsi harus menjadi dasar kepemimpinan. Ia menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembentukan generasi penerus yang mampu memahami realitas tanpa mudah terpengaruh oleh pihak lain.
Prabowo menyampaikan keheranannya terhadap sejumlah akademisi yang memiliki gelar profesor tetapi dinilai gagal melihat ketidakadilan atau justru mendukung kepentingan asing. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan bukan sekadar kuantitas gelar, melainkan kemampuan untuk melihat realitas secara objektif dan bertindak berdasarkan kebenaran. “Aku heran kadang-kadang profesor, tapi tidak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing,” ujarnya dalam pidato.
Dalam konteks itu, ia menekankan bahwa kebebasan berpikir harus dibarengi dengan keberanian untuk berpikir benar, bukan terjebak dalam narasi yang tidak sejalan dengan kepentingan nasional. Ia memperingatkan bahwa membiarkan diri dicuci otak oleh pihak yang tidak memiliki niat baik akan melemahkan kedaulatan bangsa. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus mampu membangun kekuatan internal untuk tidak kembali berada dalam posisi terjajah.
Ia mengingatkan bahwa sejarah perjuangan bangsa, termasuk pengalaman di bawah penjajahan, harus menjadi pelajaran utama. “Kita pernah dijajah oleh bangsa lain, itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, pendahulu-pendahulu kita, ia berjuang, ia melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bangsa masa kini ditentukan oleh komitmen untuk tidak pernah kembali terjajah.
Menurut Prabowo, kekuatan nasional bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk dapat membantu bangsa lain yang sedang tertindas. “Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita bisa membantu?” tegasnya. Ia menyeru masyarakat, khususnya kalangan akademik, untuk menjadikan ilmu sebagai alat kebenaran, bukan alat pembenaran atas kepentingan asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

RUU Reforma Agraria Dimaksimalkan untuk Penguatan Ekonomi dan Keadilan Sosial
RUU Pengaturan Reforma Agraria dirancang untuk memperkuat akses ekonomi masyarakat melalui penataan penguasaan tanah yang adil dan berkelanjutan.
19 September 2026

Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Pengembangan Industri Halal Global
Ekonomi kreatif dimaksimalkan sebagai pendorong daya saing produk halal nasional di pasar internasional melalui inovasi dan sertifikasi yang diakui global.
19 September 2026

Pemerintah Portugal Beri Bonus Pensiun dan Potong Pajak Rp16 Triliun
Pemerintah Portugal resmi menyetujui paket bantuan senilai Rp16,15 triliun berupa bonus pensiun dan pemotongan pajak penghasilan, berlaku surut sejak Januari untuk mengurangi tekanan ekonomi masyarakat.
19 September 2026

Tuyul dan Misteri Kekayaan yang Tak Bisa Dijelaskan Secara Logis
Cerita tuyul sebagai simbol iri hati masyarakat petani terhadap kekayaan mendadak akibat perubahan ekonomi kolonial, bukan sekadar mitos, melainkan refleksi sosial yang terus hidup hingga kini.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Lima Langkah Tepat Parkir di Ruang Terbatas
Sabtu, 19 September 2026, 15.48 WITA

