Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Pengembangan Industri Halal Global
Ekonomi kreatif dimaksimalkan sebagai pendorong daya saing produk halal nasional di pasar internasional melalui inovasi dan sertifikasi yang diakui global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.46 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif tengah memperkuat keterkaitan antara sektor kreatif dan industri halal sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nasional. Melalui pendekatan yang menekankan nilai tambah, kreativitas, dan identitas produk, pemerintah berupaya memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem halal global. Sertifikasi halal bukan sekadar syarat keagamaan, melainkan juga indikator kualitas yang mencakup aspek kesehatan, keamanan, dan gaya hidup, yang membuka akses lebih luas bagi produk lokal.
Dalam forum internasional H20 2026, disebutkan bahwa konsumsi Muslim di enam sektor utama ekonomi syariah mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024, dengan proyeksi naik menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029. Sektor makanan halal mendominasi dengan kontribusi lebih dari 1,33 triliun dolar AS, namun peluang juga terbuka lebar di sektor kosmetik, farmasi, pariwisata, logistik, teknologi, dan keuangan. Peluang ini menjadi ajang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berinovasi dan mengembangkan produk yang tidak hanya halal, tetapi juga berdaya saing tinggi.
Peningkatan efisiensi rantai pasok menjadi kunci utama dalam memperluas akses pasar global. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menekankan pentingnya saling pengakuan sertifikasi halal antarnegara, yang dapat mengurangi duplikasi proses dan mempercepat masuknya produk ke pasar internasional. Dengan demikian, pelaku usaha mikro dan menengah di sektor kreatif dapat lebih mudah bersaing secara global tanpa terkendala administrasi yang berbelit.
Penguatan kemitraan antara ekonomi kreatif dan industri halal diharapkan mendorong terciptanya ekosistem yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Kemenekraf menilai bahwa integrasi kedua sektor ini bukan hanya membuka peluang ekspor, tetapi juga memperkuat kedaulatan produk nasional melalui standar internasional. Dengan memanfaatkan kekuatan inovasi lokal dan kredibilitas sertifikasi halal Indonesia, produk kreatif Indonesia dapat bersaing secara global tanpa kehilangan nilai budaya dan identitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya keberanian berpikir kritis dan integritas akademisi, mengkritik profesor yang dinilai memihak kepentingan asing.
19 September 2026

RUU Reforma Agraria Dimaksimalkan untuk Penguatan Ekonomi dan Keadilan Sosial
RUU Pengaturan Reforma Agraria dirancang untuk memperkuat akses ekonomi masyarakat melalui penataan penguasaan tanah yang adil dan berkelanjutan.
19 September 2026

Pemerintah Portugal Beri Bonus Pensiun dan Potong Pajak Rp16 Triliun
Pemerintah Portugal resmi menyetujui paket bantuan senilai Rp16,15 triliun berupa bonus pensiun dan pemotongan pajak penghasilan, berlaku surut sejak Januari untuk mengurangi tekanan ekonomi masyarakat.
19 September 2026

Tuyul dan Misteri Kekayaan yang Tak Bisa Dijelaskan Secara Logis
Cerita tuyul sebagai simbol iri hati masyarakat petani terhadap kekayaan mendadak akibat perubahan ekonomi kolonial, bukan sekadar mitos, melainkan refleksi sosial yang terus hidup hingga kini.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Lima Langkah Tepat Parkir di Ruang Terbatas
Sabtu, 19 September 2026, 15.48 WITA

