Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Maudy Ayunda Minta Maaf Atas Kontroversi Video Mindfulness

Maudy Ayunda meminta maaf atas kritik publik terkait saran mindfulness yang dinilai kurang peka terhadap krisis sosial, mengakui adanya privilege dalam pilihan untuk menjauh dari berita.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.43 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
Maudy Ayunda Minta Maaf Atas Kontroversi Video Mindfulness📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Sosok Maudy Ayunda kembali menjadi sorotan publik setelah video berjudul "mindfulness in the age of bad news" yang diunggah di kanal YouTube-nya pada 21 Agustus 2026 memicu perdebatan luas. Di dalamnya, ia berbagi pengalaman pribadi menghadapi kelelahan emosional akibat asupan informasi negatif secara terus-menerus. Upaya menjaga kesehatan mental tersebut justru dikritik karena dinilai tidak mencerminkan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, kebakaran hutan, dan kebijakan publik yang menimbulkan ketidakadilan.

Kritik memuncak ketika sejumlah netizen menyoroti konsistensi antara pesan dalam video dan produk perawatan bibir miliknya, FromThisIsland, yang menggunakan lemak tengkawang dari Kalimantan—daerah yang mengalami tekanan ekologis akibat deforestasi. Publik menilai ada ketidakselarasan antara tindakan pribadi sang pendiri yang menyarankan untuk tidak terlalu terpapar berita krisis, sementara bisnisnya tetap mengandalkan sumber daya alam dari wilayah yang terancam rusak. Hal ini memperkuat persepsi bahwa sikapnya mencerminkan kelebihan akses atau privilege.

Menanggapi gelombang kritik, Maudy Ayunda menyampaikan klarifikasi melalui komentar di video tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan menutup mata terhadap realitas sosial, melainkan berbagi strategi pribadi untuk menghindari kelelahan mental di tengah arus informasi yang tak henti. Namun, ia mengakui bahwa gagasan untuk menjauh dari berita tidak sepenuhnya dipertimbangkan secara mendalam, terutama soal ketidaksetaraan akses terhadap pilihan tersebut.

"Being able to step away from the news is itself a privilege," tulisnya, menekankan bahwa tidak semua orang memiliki kebebasan untuk tidak memikirkan krisis yang menimpa keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Ia menyampaikan permohonan maaf karena belum cukup merefleksikan dimensi sosial dari praktik mindfulness yang ia ajarkan. Maudy menegaskan bahwa kesehatan mental tidak boleh diartikan sebagai bentuk penolakan terhadap tanggung jawab sosial.

Ia menutup klarifikasinya dengan menyampaikan rasa terima kasih atas masukan publik, menegaskan bahwa ia sedang belajar dari kritik yang disampaikan. “Aku dengar dan aku hargai feedback-nya. I’m listening and learning,” demikian pernyataannya. Dengan sikap terbuka ini, Maudy menunjukkan komitmen untuk memperdalam pemahaman tentang dampak praktik mindfulness dalam konteks sosial yang kompleks dan tidak seimbang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya