Kawah Anak Krakatau Tampak Seperti Telur Ceplok Akibat Aktivitas Vulkanik
Genangan air di kawah Gunung Anak Krakatau berwarna kuning terang di tengah dan putih di sekelilingnya, menyerupai telur ceplok, akibat interaksi air dengan gas belerang dan mineral hasil alterasi hidrotermal pascaerupsi besar 3 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 17.49 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Setelah terjadi erupsi besar pada 3 September 2026, kawasan kawah Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan menampilkan fenomena visual yang mencolok. Genangan air di dasar kawah muncul dengan pola warna yang menyerupai telur ceplok, dengan bagian tengah berwarna kuning pekat dikelilingi area putih. Penampakan ini langsung menjadi perhatian publik setelah tersebar melalui media sosial berupa video tangkapan layar dari akun @wxchasing.
Ahli kebencanaan dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, yang pernah menjabat sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami di BMKG, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan hasil dari proses geokimia alami. Ia menegaskan bahwa warna kuning berasal dari endapan belerang dan mineral yang terbentuk akibat reaksi kimia antara air dengan gas vulkanik, terutama senyawa sulfur. Sementara area putih merupakan batuan yang mengalami alterasi akibat paparan fluida panas dan gas vulkanik.
Daryono menambahkan bahwa kondisi ini bukan pertanda bahaya atau anomali, melainkan bagian dari dinamika sistem hidrotermal yang aktif. Setelah erupsi, aliran gas dan perubahan tekanan di dalam kawah menyebabkan pergeseran dalam proses kimia, sehingga menghasilkan perubahan warna yang tampak jelas dari ketinggian. Ia menyebut fenomena ini sebagai "acid-sulfate alteration" yang umum terjadi di kawah vulkanik aktif.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, membenarkan bahwa kondisi genangan air tersebut merupakan akibat kontaminasi gas belerang. Ia menjelaskan bahwa tidak semua gunung api menampilkan fenomena serupa, tetapi pada Anak Krakatau, kombinasi antara air yang terperangkap di kawah, belerang dari aktivitas vulkanik, dan material dari dinding kawah menciptakan warna khas. Fenomena ini bisa berubah atau menghilang tergantung pada aktivitas geologis yang terjadi di dalam kawah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pengukuran Rumah Presiden, Langkah Nyata Mar'ie Muhammad Tegakkan Keadilan Pajak
Mar'ie Muhammad melakukan pengukuran langsung rumah presiden Soeharto pada 1989 sebagai bagian dari upaya penegakan keadilan perpajakan tanpa diskriminasi.
20 September 2026

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026
Penerimaan pajak dari ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026, didorong dominasi PPN PMSE dan kenaikan kepatuhan pelaku usaha.
20 September 2026

Tujuh Negara Dunia Bebas Utang, Rasio PDB Terendah
Tujuh negara di dunia, termasuk Macau dan Brunei, tidak memiliki utang kepada IMF dan memiliki rasio utang terhadap PDB sangat rendah hingga nol persen.
20 September 2026

Pertamina Puncaki Daftar Perusahaan Terbesar di Indonesia
Pertamina berhasil meraih posisi teratas dalam Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp1,189 triliun dan laba bersih Rp56,23 triliun, menunjukkan kinerja kuat di tengah tantangan global.
20 September 2026
Berita Lainnya

Freeport Siapkan Tambang Kucing Liar dengan Investasi Rp25 Triliun
Minggu, 20 September 2026, 17.50 WITA

WNI Diduga Jadi Korban Penipuan Uang Palsu di Kasino Singapura
Minggu, 20 September 2026, 17.49 WITA

Trump Blokir Akses Tiga Media ke Gedung Putih
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Buffett Resmi Serahkan Kepemimpinan Berkshire Hathaway
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Indonesia Masuk 8 Besar Negara Punya Orang Kaya Dunia Terbanyak
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Peningkatan Rekening Dolar AS Didorong Stabilitas Ekspor dan Kebijakan Baru
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Integrasi BPJS dan Asuransi Swasta Percepat Akses Layanan Kesehatan
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Harga Minyak Turun Sedikit, Tetap di Atas US$100 per Barel
Minggu, 20 September 2026, 17.46 WITA

