Pengukuran Rumah Presiden, Langkah Nyata Mar'ie Muhammad Tegakkan Keadilan Pajak
Mar'ie Muhammad melakukan pengukuran langsung rumah presiden Soeharto pada 1989 sebagai bagian dari upaya penegakan keadilan perpajakan tanpa diskriminasi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 17.49 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada September 1989, langkah tak biasa dilakukan oleh Mar'ie Muhammad saat menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak. Ia memimpin tim pengukuran langsung ke rumah pribadi Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta Pusat, membawa alat ukur untuk menentukan luas tanah dan bangunan secara akurat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program peningkatan penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB), yang dianggap belum optimal meski sektor properti mengalami perkembangan pesat pada era tersebut.
Tim yang dipimpin Mar'ie mengukur tiga unit rumah di kawasan tersebut: nomor 6, 8, dan 10. Hasilnya mencatat luas tanah masing-masing adalah 1.635 meter persegi, 1.463 meter persegi, dan 956 meter persegi. Presiden Soeharto menyambut kehadiran tim dengan baik dan menyetujui pengukuran, bahkan mengakui adanya perubahan struktur bangunan sejak pembelian awal. Keberanian melakukan pendataan langsung terhadap rumah kepala negara menjadi simbol bahwa tidak ada yang kebal terhadap kewajiban perpajakan.
Upaya ini mencerminkan komitmen Mar'ie untuk menerapkan prinsip keadilan fiskal, di mana semua wajib pajak, tanpa memandang jabatan atau posisi sosial, diwajibkan memenuhi kewajibannya. Pernyataan tegasnya setelah pengukuran, bahwa “tidak ada orang yang kebal terhadap pajak”, menjadi ikon perubahan budaya perpajakan di masa itu. Langkah ini tidak hanya menegaskan keberlakuan hukum secara umum, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan yang transparan dan konsisten.
Dalam periode 1988 hingga 1992, hasil kerja keras Mar'ie menghasilkan penerimaan pajak non-migas mencapai Rp 19 triliun—lebih dari dua kali lipat dari target pemerintah sebesar Rp 9 triliun. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa reformasi administrasi dan penegakan keadilan dalam perpajakan mampu meningkatkan pendapatan negara secara signifikan, bahkan dalam konteks yang dianggap sensitif seperti pengukuran rumah kepala negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026
Penerimaan pajak dari ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026, didorong dominasi PPN PMSE dan kenaikan kepatuhan pelaku usaha.
20 September 2026

Tujuh Negara Dunia Bebas Utang, Rasio PDB Terendah
Tujuh negara di dunia, termasuk Macau dan Brunei, tidak memiliki utang kepada IMF dan memiliki rasio utang terhadap PDB sangat rendah hingga nol persen.
20 September 2026

Kawah Anak Krakatau Tampak Seperti Telur Ceplok Akibat Aktivitas Vulkanik
Genangan air di kawah Gunung Anak Krakatau berwarna kuning terang di tengah dan putih di sekelilingnya, menyerupai telur ceplok, akibat interaksi air dengan gas belerang dan mineral hasil alterasi hidrotermal pascaerupsi besar 3 September 2026.
20 September 2026

Pertamina Puncaki Daftar Perusahaan Terbesar di Indonesia
Pertamina berhasil meraih posisi teratas dalam Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp1,189 triliun dan laba bersih Rp56,23 triliun, menunjukkan kinerja kuat di tengah tantangan global.
20 September 2026
Berita Lainnya

Freeport Siapkan Tambang Kucing Liar dengan Investasi Rp25 Triliun
Minggu, 20 September 2026, 17.50 WITA

WNI Diduga Jadi Korban Penipuan Uang Palsu di Kasino Singapura
Minggu, 20 September 2026, 17.49 WITA

Trump Blokir Akses Tiga Media ke Gedung Putih
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Buffett Resmi Serahkan Kepemimpinan Berkshire Hathaway
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Indonesia Masuk 8 Besar Negara Punya Orang Kaya Dunia Terbanyak
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Peningkatan Rekening Dolar AS Didorong Stabilitas Ekspor dan Kebijakan Baru
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Integrasi BPJS dan Asuransi Swasta Percepat Akses Layanan Kesehatan
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Harga Minyak Turun Sedikit, Tetap di Atas US$100 per Barel
Minggu, 20 September 2026, 17.46 WITA

