Peningkatan Rekening Dolar AS Didorong Stabilitas Ekspor dan Kebijakan Baru
Peningkatan signifikan jumlah rekening dolar AS pada Mei 2026 dipengaruhi oleh kebijakan Devisa Hasil Ekspor dan dinamika nilai tukar rupiah, menunjukkan pergeseran preferensi simpanan di kalangan pelaku ekspor.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan jumlah rekening dalam mata uang dolar Amerika Serikat mencatat lonjakan tajam hingga 58,2% secara tahunan pada Mei 2026, menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jumlah tersebut mencapai hampir 8,9 juta rekening, meskipun masih menempati posisi kecil dalam total keseluruhan rekening simpanan masyarakat, yakni sebesar 1,3%. Perkembangan ini terjadi seiring dengan kecenderungan menahan aset dalam valuta asing, terutama di kalangan pelaku ekspor yang menempatkan hasil devisa di bank-bank milik negara.
Sementara itu, pertumbuhan rekening rupiah hanya sebesar 8,4% pada periode yang sama, dengan total mencapai 673 juta rekening atau 98,7% dari total keseluruhan. Meski nominal simpanan rupiah tetap dominan dengan angka Rp8,6 triliun—naik 12,4% yoy—pertumbuhan nominal valas jauh lebih tinggi, mencapai 18,7% dan mencapai Rp1.714,76 triliun, menyumbang 16,6% dari total simpanan masyarakat. Hal ini menunjukkan pergeseran preferensi aset ke valuta asing, terutama di kalangan penabung dengan nilai simpanan di atas Rp5 miliar.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa kenaikan jumlah rekening dolar bukan disebabkan oleh implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang baru berlaku mulai 1 Juni 2026. Ia menyebut bahwa penempatan dana dari ekspor baru akan terjadi secara signifikan mulai bulan September, sehingga lonjakan saat ini lebih didorong oleh faktor jangka panjang dan kepercayaan terhadap stabilitas dolar. “Yang naik itu kelas atas, jumlahnya memang tidak banyak, tapi trennya jelas meningkat,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional, Hery Gunardi, yang juga Direktur Utama BRI. Ia menilai bahwa pertumbuhan rekening dolar sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengalihkan hasil ekspor ke bank Himbara melalui DHE. “Pasti akan meningkat jika hasil ekspor kembali masuk ke sistem perbankan, terutama melalui institusi milik negara,” tegasnya. Meskipun kebijakan baru belum berdampak penuh, tren peningkatan simpanan valas telah terbentuk sebelumnya, didukung oleh ketidakpastian nilai tukar rupiah.
Pada akhir pekan lalu, rupiah sempat menguat tipis di posisi Rp17.730 per dolar AS, meski masih melemah 0,82% sepanjang pekan. Data Refinitiv mencatat penurunan harian sebesar 0,03%, yang menunjukkan tekanan terhadap nilai tukar lokal. Dengan kondisi ini, kebijakan pengelolaan devisa dan preferensi simpanan dalam dolar tetap menjadi faktor kunci dalam dinamika pasar keuangan nasional, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pengukuran Rumah Presiden, Langkah Nyata Mar'ie Muhammad Tegakkan Keadilan Pajak
Mar'ie Muhammad melakukan pengukuran langsung rumah presiden Soeharto pada 1989 sebagai bagian dari upaya penegakan keadilan perpajakan tanpa diskriminasi.
20 September 2026

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026
Penerimaan pajak dari ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026, didorong dominasi PPN PMSE dan kenaikan kepatuhan pelaku usaha.
20 September 2026

Tujuh Negara Dunia Bebas Utang, Rasio PDB Terendah
Tujuh negara di dunia, termasuk Macau dan Brunei, tidak memiliki utang kepada IMF dan memiliki rasio utang terhadap PDB sangat rendah hingga nol persen.
20 September 2026

Kawah Anak Krakatau Tampak Seperti Telur Ceplok Akibat Aktivitas Vulkanik
Genangan air di kawah Gunung Anak Krakatau berwarna kuning terang di tengah dan putih di sekelilingnya, menyerupai telur ceplok, akibat interaksi air dengan gas belerang dan mineral hasil alterasi hidrotermal pascaerupsi besar 3 September 2026.
20 September 2026
Berita Lainnya

Freeport Siapkan Tambang Kucing Liar dengan Investasi Rp25 Triliun
Minggu, 20 September 2026, 17.50 WITA

WNI Diduga Jadi Korban Penipuan Uang Palsu di Kasino Singapura
Minggu, 20 September 2026, 17.49 WITA

Pertamina Puncaki Daftar Perusahaan Terbesar di Indonesia
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Trump Blokir Akses Tiga Media ke Gedung Putih
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Buffett Resmi Serahkan Kepemimpinan Berkshire Hathaway
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Indonesia Masuk 8 Besar Negara Punya Orang Kaya Dunia Terbanyak
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Integrasi BPJS dan Asuransi Swasta Percepat Akses Layanan Kesehatan
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Harga Minyak Turun Sedikit, Tetap di Atas US$100 per Barel
Minggu, 20 September 2026, 17.46 WITA

