Pertamina Puncaki Daftar Perusahaan Terbesar di Indonesia
Pertamina berhasil meraih posisi teratas dalam Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp1,189 triliun dan laba bersih Rp56,23 triliun, menunjukkan kinerja kuat di tengah tantangan global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan dominasinya sebagai perusahaan dengan pendapatan tertinggi di Tanah Air dengan meraih posisi pertama dalam pemeringkatan Fortune Indonesia 100 2026. Pencapaian ini diberikan berdasarkan kinerja keuangan dan operasional selama tahun fiskal 2025, yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.189,74 triliun dan laba bersih mencapai Rp56,23 triliun. Penghargaan diberikan dalam acara gala malam yang digelar di Jakarta, menandai konsistensi Pertamina dalam menjaga kinerja sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam pernyataan resmi, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa pengakuan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh karyawan. Ia menyebut bahwa meski menghadapi dinamika pasar yang kompleks, perusahaan tetap mampu menjaga stabilitas operasional dan keuangan sekaligus menjalankan mandat strategis dalam menjamin ketersediaan energi untuk masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baron menekankan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan sinergi di seluruh lini bisnis. Pertamina terus memperkuat fondasi operasional dengan memperluas portofolio dari hulu hingga hilir, termasuk dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Dari total 100 perusahaan yang masuk dalam daftar, sebanyak 66 persen mengalami pertumbuhan pendapatan, namun hanya 49 perusahaan yang berhasil meningkatkan laba bersih. Dalam konteks ini, kinerja Pertamina menjadi contoh nyata ketahanan bisnis di tengah tekanan eksternal. Sebagai bagian dari evaluasi objektif, Fortune Indonesia 100 menilai perusahaan berdasarkan data publik dan capaian kinerja yang terverifikasi, menunjukkan bahwa perusahaan yang masuk adalah pelaku utama dalam perekonomian nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pengukuran Rumah Presiden, Langkah Nyata Mar'ie Muhammad Tegakkan Keadilan Pajak
Mar'ie Muhammad melakukan pengukuran langsung rumah presiden Soeharto pada 1989 sebagai bagian dari upaya penegakan keadilan perpajakan tanpa diskriminasi.
20 September 2026

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026
Penerimaan pajak dari ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026, didorong dominasi PPN PMSE dan kenaikan kepatuhan pelaku usaha.
20 September 2026

Tujuh Negara Dunia Bebas Utang, Rasio PDB Terendah
Tujuh negara di dunia, termasuk Macau dan Brunei, tidak memiliki utang kepada IMF dan memiliki rasio utang terhadap PDB sangat rendah hingga nol persen.
20 September 2026

Kawah Anak Krakatau Tampak Seperti Telur Ceplok Akibat Aktivitas Vulkanik
Genangan air di kawah Gunung Anak Krakatau berwarna kuning terang di tengah dan putih di sekelilingnya, menyerupai telur ceplok, akibat interaksi air dengan gas belerang dan mineral hasil alterasi hidrotermal pascaerupsi besar 3 September 2026.
20 September 2026
Berita Lainnya

Freeport Siapkan Tambang Kucing Liar dengan Investasi Rp25 Triliun
Minggu, 20 September 2026, 17.50 WITA

WNI Diduga Jadi Korban Penipuan Uang Palsu di Kasino Singapura
Minggu, 20 September 2026, 17.49 WITA

Trump Blokir Akses Tiga Media ke Gedung Putih
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Buffett Resmi Serahkan Kepemimpinan Berkshire Hathaway
Minggu, 20 September 2026, 17.48 WITA

Indonesia Masuk 8 Besar Negara Punya Orang Kaya Dunia Terbanyak
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Peningkatan Rekening Dolar AS Didorong Stabilitas Ekspor dan Kebijakan Baru
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Integrasi BPJS dan Asuransi Swasta Percepat Akses Layanan Kesehatan
Minggu, 20 September 2026, 17.47 WITA

Harga Minyak Turun Sedikit, Tetap di Atas US$100 per Barel
Minggu, 20 September 2026, 17.46 WITA

