Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pupuk Indonesia Dorong Swasembada Bawang Putih Melalui Pendekatan Terintegrasi

Pupuk Indonesia mendukung target swasembada bawang putih nasional dengan penyediaan pupuk bersubsidi dan program pendampingan terpadu, sejalan dengan rencana ekspansi lahan hingga 120 ribu hektare hingga 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 17.44 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Pupuk Indonesia Dorong Swasembada Bawang Putih Melalui Pendekatan Terintegrasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmen mendukung percepatan swasembada bawang putih melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup ketersediaan agroinput, pendampingan teknis, dan peningkatan produktivitas petani. Dalam webinar nasional yang digelar pada 16 September, perusahaan menyoroti pentingnya pemupukan berimbang sebagai salah satu pilar utama keberhasilan budidaya, dengan data BRMP menunjukkan kontribusi pupuk terhadap produktivitas mencapai sekitar 25 persen. Dukungan ini sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk memperluas areal tanam dan mengurangi ketergantungan impor.

Kebutuhan bawang putih nasional pada 2025 diproyeksikan mencapai 626.950 ton, di mana sekitar 525.640 ton masih dipenuhi dari luar negeri, menunjukkan masih tingginya ketergantungan impor—lebih dari 90 persen dari total kebutuhan. Untuk menjawab tantangan ini, Pupuk Indonesia menawarkan solusi berbasis rekomendasi teknis, termasuk aplikasi pupuk secara bertahap: 300 kg urea nitrea dan 600 kg NPK Phonska 15-15-15 per hektar, disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman mulai dari pembentukan akar hingga pembesaran umbi. Pendekatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan hara dan mengurangi kerugian akibat pencucian atau penguapan.

Pupuk bersubsidi menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk menekan biaya produksi, khususnya bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam e-RDKK. Selain distribusi pupuk, Pupuk Indonesia juga memperkuat ekosistem budidaya melalui Program Makmur, yang menyediakan akses terhadap agroinput, pelatihan budidaya berkelanjutan, pembiayaan, hingga jaringan pemasaran. Pendekatan holistik ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dukungan infrastruktur pun terus diperkuat, salah satunya melalui pembangunan pabrik NPK berbasis nitrat yang diharapkan mulai beroperasi pada 2027 dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun. Investasi ini menjadi bentuk komitmen jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan program swasembada, baik melalui skema subsidi maupun nonsubsidi. Menurut Direktur Pembenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, target produktivitas 20 ton per hektar masih menjadi tantangan, mengingat produktivitas saat ini hanya berkisar antara 6,39 hingga 8,16 ton per hektar.

Untuk mencapai target produksi 630.000 ton pada 2029, pemerintah menyiapkan ekspansi lahan bertahap: 5.000 hektare pada 2026, 20.000 hektare pada 2027, 80.000 hektare pada 2028, dan 120.000 hektare pada 2029. Dengan proyeksi kebutuhan pupuk meningkat dari 5.250 ton di 2026 menjadi 111.300 ton pada 2029, ketersediaan pupuk menjadi faktor krusial. Menurut pernyataan resmi, peningkatan produktivitas akan terjadi jika dukungan teknologi, benih unggul, dan sarana produksi lainnya diterapkan secara optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya