Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Makanan Penyembuh Maag: Pilihan Aman dan Larangan Wajib

Penderita maag perlu mengatur pola makan dengan memilih makanan rendah asam, rendah lemak, dan mudah dicerna, sambil menghindari makanan yang memicu iritasi lambung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Makanan Penyembuh Maag: Pilihan Aman dan Larangan Wajib📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Maag, atau dispepsia, merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa terbakar di ulu hati, perut kembung, mual, dan ketidaknyamanan lain di perut bagian atas. Gangguan ini sering dipicu oleh pola makan tidak teratur, stres, infeksi bakteri Helicobacter pylori, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Ketika lapisan pelindung lambung mengalami gangguan, produksi asam lambung meningkat dan menyebabkan iritasi, yang jika dibiarkan dapat berkembang menjadi gangguan kronis yang mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup.

Untuk menjaga kesehatan lambung, penderita maag dianjurkan memilih makanan yang bersifat netral atau rendah asam, rendah lemak, serta mudah dicerna. Makanan seperti beras merah, gandum utuh, oatmeal, dan umbi-umbian menjadi pilihan utama karena mampu menyerap asam berlebih dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Sayuran seperti bayam, brokoli, labu kuning, dan wortel juga direkomendasikan karena kaya antioksidan yang mendukung penyembuhan jaringan lambung yang meradang.

Protein dari sumber rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe, dan telur rebus sangat disarankan karena proses pencernaannya cepat dan tidak memberatkan lambung. Buah-buahan non-sitrus seperti pisang, pepaya, melon, dan apel juga aman dikonsumsi karena pH-nya netral dan mampu melapisi dinding lambung. Sebaliknya, makanan yang harus dihindari meliputi yang pedas, berbumbu tajam, tinggi lemak, serta makanan asam seperti jeruk, lemon, nanas, tomat, dan cuka.

Minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat, minuman bersoda, serta alkohol juga harus dibatasi karena mampu merangsang produksi asam lambung dan melemahkan katup antara kerongkongan dan lambung. Selain jenis makanan, penting juga untuk menerapkan pola makan dengan porsi kecil namun sering—sekitar lima hingga enam kali sehari—serta menghindari tidur langsung setelah makan. Jeda minimal dua hingga tiga jam setelah makan sebelum berbaring dianjurkan untuk mencegah refluks asam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya