Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Percepat Pembenahan Dapur MBG Sebelum Ekspansi

Badan Gizi Nasional memilih penutupan sementara dan pembenahan tata kelola dapur Makan Bergizi Gratis sebelum membuka baru, demi cegah keracunan dan jamin kualitas pangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.46 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
BGN Percepat Pembenahan Dapur MBG Sebelum Ekspansi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) menunda ekspansi pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memperbaiki sistem pengelolaan yang belum memenuhi standar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap temuan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program, termasuk risiko keamanan pangan. Kepala BGN menegaskan bahwa fokus kini bukan pada jumlah dapur, melainkan pada kualitas dan keberlanjutan layanan.

Pembenahan meliputi evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur yang telah beroperasi, termasuk penutupan, suspensi sementara, hingga pemberian sanksi bagi unit yang tidak memenuhi kriteria. Meski ada permintaan dari daerah terpencil seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur untuk segera membuka dapur baru, BGN memilih pendekatan bertahap. Prioritas awal diberikan kepada wilayah 3T, dengan pertimbangan kebutuhan mendesak dan kerentanan gizi.

Kepala BGN menyadari dampak ekonomi terhadap mitra yang telah menggelontorkan dana, bahkan meminjam bank, untuk membangun fasilitas. Namun, ia menekankan bahwa membuka lebih banyak dapur tanpa perbaikan tata kelola justru berisiko memperluas masalah. “Jika kita tambah lagi tanpa perbaikan, maka jumlah masalah yang ada justru akan semakin meluas,” ujarnya. Proses pembenahan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan.

Dalam pembenahan, BGN tidak akan melakukan belanja modal baru. Sebaliknya, sistem yang sudah berjalan akan diadopsi, dengan penerapan zonasi untuk menjamin distribusi yang lebih terkendali. Selain itu, BGN juga memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan keamanan pangan, termasuk pendekatan pencegahan. Pembagian anggaran dengan BPOM, yang mencapai sekitar Rp500 miliar, tetap mempertahankan tugas pokok lembaga tersebut.

Dengan 97 persen anggaran BGN dialokasikan untuk program MBG, pihaknya yakin sistem yang diperkuat melalui teknologi, pengawasan ketat, dan sinergi dengan kementerian serta dinas kesehatan daerah dapat menjaga kualitas pangan. Upaya ini juga menyertakan penguatan literasi gizi di sekolah-sekolah sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya