BGN Percepat Pembenahan Dapur MBG Sebelum Ekspansi
Badan Gizi Nasional memilih penutupan sementara dan pembenahan tata kelola dapur Makan Bergizi Gratis sebelum membuka baru, demi cegah keracunan dan jamin kualitas pangan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.46 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) menunda ekspansi pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memperbaiki sistem pengelolaan yang belum memenuhi standar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap temuan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program, termasuk risiko keamanan pangan. Kepala BGN menegaskan bahwa fokus kini bukan pada jumlah dapur, melainkan pada kualitas dan keberlanjutan layanan.
Pembenahan meliputi evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur yang telah beroperasi, termasuk penutupan, suspensi sementara, hingga pemberian sanksi bagi unit yang tidak memenuhi kriteria. Meski ada permintaan dari daerah terpencil seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur untuk segera membuka dapur baru, BGN memilih pendekatan bertahap. Prioritas awal diberikan kepada wilayah 3T, dengan pertimbangan kebutuhan mendesak dan kerentanan gizi.
Kepala BGN menyadari dampak ekonomi terhadap mitra yang telah menggelontorkan dana, bahkan meminjam bank, untuk membangun fasilitas. Namun, ia menekankan bahwa membuka lebih banyak dapur tanpa perbaikan tata kelola justru berisiko memperluas masalah. “Jika kita tambah lagi tanpa perbaikan, maka jumlah masalah yang ada justru akan semakin meluas,” ujarnya. Proses pembenahan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan.
Dalam pembenahan, BGN tidak akan melakukan belanja modal baru. Sebaliknya, sistem yang sudah berjalan akan diadopsi, dengan penerapan zonasi untuk menjamin distribusi yang lebih terkendali. Selain itu, BGN juga memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan keamanan pangan, termasuk pendekatan pencegahan. Pembagian anggaran dengan BPOM, yang mencapai sekitar Rp500 miliar, tetap mempertahankan tugas pokok lembaga tersebut.
Dengan 97 persen anggaran BGN dialokasikan untuk program MBG, pihaknya yakin sistem yang diperkuat melalui teknologi, pengawasan ketat, dan sinergi dengan kementerian serta dinas kesehatan daerah dapat menjaga kualitas pangan. Upaya ini juga menyertakan penguatan literasi gizi di sekolah-sekolah sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Threads Perluas Fitur Pengawasan Orang Tua di Asia Pasifik
Meta meluncurkan fitur pengawasan orang tua di Threads untuk remaja di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dengan kontrol privasi, batas waktu, dan pemantauan aktivitas harian.
19 September 2026

Fitur Keamanan Grab: AudioProtect dan SOS Button
Grab meluncurkan dua fitur keamanan utama, AudioProtect dan SOS Button, untuk melindungi penumpang dan mitra pengemudi selama perjalanan.
19 September 2026

Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai 1 September 2026
Sejumlah merek BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia mengalami kenaikan harga per 1 September 2026, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan produk premium lainnya, sementara BBM bersubsidi tetap stabil.
19 September 2026

Indonesia Resmikan Kapal Induk Pertama dari Italia
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Tanjung Priok, menandai kehadiran kapal induk pertama bagi Indonesia setelah proses pengiriman dari Italia.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

