Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Resmikan Kapal Induk Pertama dari Italia

Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Tanjung Priok, menandai kehadiran kapal induk pertama bagi Indonesia setelah proses pengiriman dari Italia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Indonesia Resmikan Kapal Induk Pertama dari Italia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapal induk Giuseppe Garibaldi resmi tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat pagi, 18 September 2026, setelah menempuh perjalanan dari galangan kapal Monfalcone, Italia sejak 24 Agustus. Dengan nomor lambung 551, kapal ini merupakan bagian dari kelas Garibaldi dan telah menjadi simbol kekuatan angkatan laut Italia selama lebih dari empat dekade. Keberadaannya di Indonesia menandai langkah strategis dalam modernisasi armada laut nasional.

Dibangun sejak 20 Februari 1978 dan diluncurkan pada 4 Juni 1983, Giuseppe Garibaldi mulai beroperasi pada 1985. Meski tidak termasuk dalam kategori kapal induk raksasa seperti milik negara-negara superpower, kapal ini dirancang sebagai kapal induk ringan yang mampu mendukung operasi udara dan laut secara bersamaan. Kemampuan utamanya meliputi pengoperasian helikopter seperti EH101, SH90A, dan AB212, serta pesawat STOVL AV-8B Plus Harrier II yang memungkinkan lepas landas pendek dan mendarat vertikal.

Selama masa dinasnya di Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi terlibat dalam berbagai operasi militer internasional, termasuk misi di Somalia (1994–1995), Yugoslavia (1999), Operasi Enduring Freedom (2001–2002), Lebanon (2006), dan Libya (2011). Kapal ini juga berperan sebagai kapal komando dalam operasi Uni Eropa Sophia di Mediterania Tengah pada periode 2015 hingga 2017. Dilengkapi sistem pertahanan aktif dan pasif, serta senjata seperti peluncur rudal Aspide dan meriam Breda 40/70, kapal ini memiliki kapasitas pertahanan yang komprehensif.

Meski diserahkan sebagai bantuan dari Italia, Indonesia tetap menghadapi kewajiban finansial besar dalam pengelolaan kapal ini. Berdasarkan laporan parlemen Italia yang dikutip Reuters, biaya perawatan tahunan diperkirakan mencapai 5 juta euro (sekitar Rp103,5 miliar), sementara biaya peremajaan dan pembongkaran diperkirakan mencapai hampir 19 juta euro (sekitar Rp393,49 miliar). Dengan masuknya Giuseppe Garibaldi ke armada TNI AL, Indonesia menjadi negara kelima di Asia yang memiliki kapal induk, setelah China, India, Jepang, dan Thailand.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya