Serangan Bom di Kompleks Kepolisian Kohat Tewaskan 27 Orang
Serangan bom bunuh diri di masjid dalam kompleks kepolisian Kohat menewaskan 27 orang, termasuk anggota polisi dan warga sipil, dengan 57 lainnya terluka akibat ledakan dan baku tembak.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Serangan terjadi pada hari Jumat, 18 September 2026, saat jemaah sedang melaksanakan salat di masjid yang berlokasi di dalam kompleks markas kepolisian Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Sebuah mobil bermuatan bahan peledak menabrak pintu masuk fasilitas tersebut, menyebabkan ledakan dahsyat yang merobohkan sebagian struktur bangunan. Kondisi di lokasi kejadian memburuk setelah ledakan disusul baku tembak antara pelaku dan petugas keamanan.
Dari hasil identifikasi awal, jumlah korban tewas mencapai 27 jiwa, termasuk 15 anggota polisi dan enam warga sipil. Sementara itu, lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka ringan hingga berat, sebagian besar akibat serpiakan dan runtuhnya bangunan. Tim medis dan relawan segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban, sementara warga sekitar berkerumun di sekitar sisa reruntuhan dan ambulans yang berjejer di lokasi kejadian.
Pelaku serangan diduga berasal dari faksi yang mengaku mewakili Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok yang telah lama aktif di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan. Klaim tanggung jawab disampaikan melalui saluran komunikasi khusus, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap operasi keamanan yang dilakukan aparat setempat. Serangan ini menambah catatan kekerasan di wilayah yang telah lama menjadi pusat konflik dan ketegangan militer.
Kantor kepolisian setempat menyatakan bahwa insiden ini merupakan salah satu serangan paling berdampak di wilayah barat laut Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pelaku dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan. Pemerintah setempat meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, sambil menegaskan komitmen untuk memperkuat keamanan di area rawan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pengadilan Thailand Minta Darurat Bencana untuk Atasi Ikan Nila Invasif
Pengadilan Tata Usaha Negara Thailand memerintahkan penanganan darurat terhadap ikan nila dagu hitam yang merusak ekosistem dan mata pencaharian di Samut Songkhram.
19 September 2026

Prabowo Targetkan Penutupan 750 BUMN untuk Hemat Rp100 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menetapkan penutupan 750 BUMN hingga 2026 sebagai langkah efisiensi, dengan pencapaian awal penutupan 328 perusahaan yang telah menghemat Rp50 triliun.
19 September 2026

Tanoto Foundation Perkuat Riset Kesehatan Asia Melalui Pendekatan Terintegrasi
Yayasan ini memperluas dukungan riset medis di Asia dengan fokus pada kesehatan ibu-anak, diabetes, kanker, dan gangguan degeneratif, berbasis pada kolaborasi lintas negara dan inovasi berbasis bukti.
19 September 2026

Warren Buffett Hentikan Jabatan Chairman Usai 56 Tahun Memimpin
Warren Buffett resmi melepas jabatan Chairman Berkshire Hathaway setelah 56 tahun memimpin, menyerahkan kendali kepada putranya Howard sebagai ketua dewan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

