Khadam: Horor yang Terlalu Berbicara, Tapi Punya Pesan Kuat
Film horor Malaysia Khadam menawarkan narasi feminis dan kritik sosial mendalam, namun terbentur oleh ritme lambat dan penekanan visual berlebihan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.42 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Khadam, film horor asal Malaysia, hadir dengan premis yang menjanjikan: kisah perempuan yang terjebak dalam lingkungan terisolasi dan menghadapi ancaman supernatural yang justru mencerminkan realitas kekerasan dalam rumah tangga. Dibintangi Aghniny Haque dan Remy Ishak, film ini menyuguhkan dinamika emosional yang intens, terutama dalam hubungan yang berubah dari cinta menjadi konflik penuh ketegangan. Namun, kekuatan narasi yang terusik oleh struktur cerita yang terlalu memanjang, membuat momentum menegangkan di awal film sulit dipertahankan hingga akhir.
Sutradara Shamyl Othman dan penulis Fariza Azlina berhasil menciptakan latar yang kental dengan nuansa sejarah, khususnya pada masa 1957, ketika Malaysia memasuki masa kemerdekaan. Penggunaan kostum, tata rias, dan properti memang mendukung keaslian waktu, namun pengolahan warna dengan tone kuning gelap dan kontras tinggi justru berlebihan. Hal ini justru mengaburkan pesan utama, seolah-olah menggantikan narasi dengan efek visual yang terlalu menonjol, tanpa perlu kehadiran teknis itu.
Pesan sosial dalam film—khususnya tentang penindasan terhadap perempuan, inklusivitas melalui bahasa isyarat, serta resistensi terhadap budaya patriarki—tampil sangat khas dan berani. Aghniny Haque tampil menonjol dengan peran yang menantang: bermain dalam kebisuan, menyampaikan emosi lewat bahasa isyarat, hingga adegan aksi fisik tanpa alas kaki. Kemampuan aktingnya yang mendalam menunjukkan transformasi signifikan sejak debutnya pada 2018, menandai potensi besar di ranah drama, laga, dan horor.
Namun, keberhasilan tema ini terkikis oleh pengelolaan durasi yang kurang efisien. Film berdurasi 118 menit terasa lebih panjang dari yang dibutuhkan, karena terlalu banyak ruang diberikan pada penjelasan latar dan dialog yang berulang. Jika ritme dipadatkan dan penekanan pada visual dikurangi, film ini bisa jadi lebih menyeramkan dan berdampak lebih besar. Kolaborasi antarfilm Asia Tenggara yang diusung Khadam juga patut diapresiasi, sebagai bentuk sinergi kreatif yang berpotensi membuka ruang baru bagi produksi bersama di kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Serangan Bom di Kompleks Kepolisian Kohat Tewaskan 27 Orang
Serangan bom bunuh diri di masjid dalam kompleks kepolisian Kohat menewaskan 27 orang, termasuk anggota polisi dan warga sipil, dengan 57 lainnya terluka akibat ledakan dan baku tembak.
19 September 2026

Pengadilan Thailand Minta Darurat Bencana untuk Atasi Ikan Nila Invasif
Pengadilan Tata Usaha Negara Thailand memerintahkan penanganan darurat terhadap ikan nila dagu hitam yang merusak ekosistem dan mata pencaharian di Samut Songkhram.
19 September 2026

Prabowo Targetkan Penutupan 750 BUMN untuk Hemat Rp100 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menetapkan penutupan 750 BUMN hingga 2026 sebagai langkah efisiensi, dengan pencapaian awal penutupan 328 perusahaan yang telah menghemat Rp50 triliun.
19 September 2026

Tanoto Foundation Perkuat Riset Kesehatan Asia Melalui Pendekatan Terintegrasi
Yayasan ini memperluas dukungan riset medis di Asia dengan fokus pada kesehatan ibu-anak, diabetes, kanker, dan gangguan degeneratif, berbasis pada kolaborasi lintas negara dan inovasi berbasis bukti.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

