Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tanoto Foundation Perkuat Riset Kesehatan Asia Melalui Pendekatan Terintegrasi

Yayasan ini memperluas dukungan riset medis di Asia dengan fokus pada kesehatan ibu-anak, diabetes, kanker, dan gangguan degeneratif, berbasis pada kolaborasi lintas negara dan inovasi berbasis bukti.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.46 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Tanoto Foundation Perkuat Riset Kesehatan Asia Melalui Pendekatan Terintegrasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tanoto Foundation terus memperkuat komitmennya dalam mendukung inovasi riset kesehatan di kawasan Asia, dengan menargetkan penyakit yang memiliki beban tinggi dan kurang terjangkau dalam penelitian global. Pendekatan yang dijalankan menggabungkan pendanaan, kolaborasi akademik lintas negara, serta pemanfaatan ekosistem kesehatan terintegrasi di Singapura. Salah satu inisiatif utama, CHaMP (Child and Maternal Health Program), diluncurkan sebagai respons atas tantangan kesehatan anak usia dini dan ibu di wilayah Asia, dengan fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan praktik pengasuhan berbasis bukti.

Program ini menyebar melalui lima pilar utama: riset berbasis lokasi, pendanaan terarah, edukasi publik, pemimpin gagasan, serta kemitraan multiaktor. Salah satu turunan strategis dari CHaMP adalah CRADLE (Community-enabled Readiness for the First 1,000-Days Learning Ecosystem), yang diluncurkan pada 2019 sebagai platform edukasi berbasis komunitas. Program ini menyertai ibu sejak masa kehamilan hingga anak berusia tiga tahun, bertujuan meningkatkan kepercayaan diri orang tua dan menjamin hasil kesehatan anak yang lebih baik. Kegiatan seperti webinar rutin dan produksi video edukasi turut dilakukan untuk menyebarkan informasi penting tentang 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Temuan kunci dari studi yang didukung yayasan menunjukkan bahwa ibu yang menyusui eksklusif selama enam bulan cenderung lebih mampu menjaga berat badan ideal pasca melahirkan, sementara ibu yang menggunakan susu formula berisiko tinggi mempertahankan kelebihan berat badan hingga lima kilogram lebih pada bulan keenam. Temuan ini menjadi dasar kuat bagi kebijakan promosi menyusui eksklusif dan pengembangan program pencegahan obesitas pascamelahirkan. Sejalan dengan itu, cakupan CRADLE diperluas hingga usia empat tahun, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam masa krusial perkembangan anak.

Di bidang lain, program Diabetes Reversal Programme, hasil kolaborasi dengan National Healthcare Group, mengusung pendekatan perubahan perilaku untuk menurunkan kadar gula darah tanpa obat atau operasi. Penelitian lain dipimpin oleh A/Prof Rinkoo Dalan yang menguji kolkisin sebagai terapi pencegahan penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes tipe 2 berisiko tinggi, dengan pendekatan presisi berbasis profil imun menggunakan teknologi mikrofluida. Sementara itu, riset Prof Brian Kennedy menyelidiki potensi geroprotectors untuk memperlambat penuaan ovarium, dengan harapan menciptakan terapi baru yang mendukung kesuburan perempuan seiring usia.

Pada sektor onkologi, Dr Jason Chan memimpin studi empat jenis kanker dengan prevalensi tinggi di Asia—kanker payudara pada perempuan Asia, limfoma sel T/NK, kolangiokarsinoma, serta kanker langka—dengan memetakan profil molekuler dan genomik khusus populasi Asia. Riset ini mengusung akses terbuka terhadap data anonim untuk mempercepat kolaborasi global. Di sisi lain, Dr Daphne Gardner menyoroti meningkatnya kasus pradiabetes dan diabetes tipe 2 pada usia muda, meski berat badan normal, dengan mengembangkan alat prediksi risiko berbasis kombinasi indikator fisiologis dan perilaku. Terakhir, dukungan untuk riset terapi gen melawan degenerasi makula terkait usia di SNEC, yang berlangsung selama tiga tahun, menjadi bentuk komitmen jangka panjang terhadap pengobatan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya