Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gubernur Kalsel Raih Penghargaan Pemberdayaan Perempuan Berbasis Inklusi

Penghargaan nasional diberikan kepada Gubernur Kalimantan Selatan atas kebijakan terpadu yang mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan inklusi sosial melalui pendekatan lintas sektor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gubernur Kalsel Raih Penghargaan Pemberdayaan Perempuan Berbasis Inklusi📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi menerima penghargaan The Sraya Recognition for Women Empowerment & Inclusive Growth dalam ajang Apresiasi Perempuan Berpengaruh Sraya Nusantara 2026 di Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah laki-laki yang dinilai memiliki kebijakan berdampak nyata bagi perempuan dan kelompok rentan. Penganugerahan ini menjadi pengakuan atas komitmen jangka panjang Pemprov Kalsel dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga sosial dan inklusif.

Kebijakan strategis yang digulirkan melalui 10 Janji Gubernur menunjukkan keterkaitan erat dengan kesejahteraan perempuan dan anak. Penguatan ekonomi kreatif dan UMKM, khususnya yang dikelola perempuan, menjadi fokus utama, sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Di bidang pendidikan, program Paket A, B, dan C telah memberi akses kesetaraan pendidikan bagi masyarakat di wilayah terpencil, termasuk perempuan yang sebelumnya terkendala akses.

Peningkatan akses layanan kesehatan, jaminan sosial, dan pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Pulau Laut juga dirancang untuk memperluas peluang ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM di wilayah kepulauan. Selain itu, pada 27 Juli 2026, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel, Kementerian Agama, dan 21 perguruan tinggi menandatangani kesepakatan membentuk forum kolaboratif penanganan kekerasan dan kejahatan siber terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan. Forum ini menjadi langkah strategis menyikapi ancaman digital seperti cyberbullying, pelecehan seksual daring, dan penyalahgunaan data pribadi.

Pada Hari Anak Nasional 2026 di Banjarbaru, Pemprov Kalsel memperkuat pendekatan partisipatif dengan menghadirkan Suara Anak Daerah, ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi terkait hak, perlindungan, dan kebutuhan mereka. Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Gubernur menegaskan bahwa kemajuan daerah diukur bukan hanya dari indikator ekonomi, tetapi dari sejauh mana setiap warga merasakan kesempatan, perlindungan, dan keadilan.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang inklusif tidak bisa dirancang secara parsial, melainkan harus dibangun sebagai ekosistem terpadu yang melibatkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan keamanan. Semangat bekerja bersama dan merangkul semua menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih maju, sejahtera, dan ramah anak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya