Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebutuhan Etanol E20 Capai 4 Juta KL, Butuh 30–50 Pabrik Baru

Program E20 di Indonesia memerlukan etanol sebanyak 4 juta kiloliter, yang harus diproduksi melalui 30 hingga 50 fasilitas baru untuk mendukung transisi energi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 13.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebutuhan Etanol E20 Capai 4 Juta KL, Butuh 30–50 Pabrik Baru📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebutuhan etanol untuk menunjang program pencampuran bahan bakar minyak dengan etanol 20 persen (E20) diperkirakan mencapai 4 juta kiloliter per tahun. Angka ini menjadi dasar utama bagi perencanaan pengembangan infrastruktur produksi di dalam negeri, sekaligus menunjukkan arah strategis dalam transformasi sektor energi. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target energi bersih, tetapi juga sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.

Dalam forum industri energi terbarukan, perwakilan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menyatakan bahwa sekitar 30 hingga 50 pabrik etanol baru harus dibangun untuk menopang kebutuhan tersebut. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab lonjakan permintaan secara berkelanjutan, sambil membuka peluang bagi pertumbuhan industri lokal dan penguatan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan.

Ketua Umum METI menegaskan bahwa transisi energi harus berdampak nyata pada kehidupan masyarakat, bukan sekadar kebijakan formal. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa program E20 tidak hanya menjadi target di atas kertas, melainkan mampu menghadirkan listrik yang stabil, industri yang berkembang, penurunan impor energi, serta penciptaan lapangan kerja baru. Dengan demikian, transisi energi dapat dinilai sebagai investasi berkelanjutan bagi kesejahteraan rakyat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, METI menyoroti kebutuhan akan kebijakan yang jelas, kepastian regulasi, serta skema pembiayaan yang mendukung proyek energi bersih. Tanpa dukungan kebijakan yang konsisten dan dukungan finansial yang memadai, realisasi program E20 dan pengembangan industri etanol berpotensi terhambat. Kehadiran pabrik-pabrik baru diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem energi terbarukan yang mandiri dan berdaya saing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya