Kebutuhan Etanol E20 Capai 4 Juta KL, Butuh 30–50 Pabrik Baru
Program E20 di Indonesia memerlukan etanol sebanyak 4 juta kiloliter, yang harus diproduksi melalui 30 hingga 50 fasilitas baru untuk mendukung transisi energi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 13.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebutuhan etanol untuk menunjang program pencampuran bahan bakar minyak dengan etanol 20 persen (E20) diperkirakan mencapai 4 juta kiloliter per tahun. Angka ini menjadi dasar utama bagi perencanaan pengembangan infrastruktur produksi di dalam negeri, sekaligus menunjukkan arah strategis dalam transformasi sektor energi. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target energi bersih, tetapi juga sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.
Dalam forum industri energi terbarukan, perwakilan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menyatakan bahwa sekitar 30 hingga 50 pabrik etanol baru harus dibangun untuk menopang kebutuhan tersebut. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab lonjakan permintaan secara berkelanjutan, sambil membuka peluang bagi pertumbuhan industri lokal dan penguatan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan.
Ketua Umum METI menegaskan bahwa transisi energi harus berdampak nyata pada kehidupan masyarakat, bukan sekadar kebijakan formal. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa program E20 tidak hanya menjadi target di atas kertas, melainkan mampu menghadirkan listrik yang stabil, industri yang berkembang, penurunan impor energi, serta penciptaan lapangan kerja baru. Dengan demikian, transisi energi dapat dinilai sebagai investasi berkelanjutan bagi kesejahteraan rakyat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, METI menyoroti kebutuhan akan kebijakan yang jelas, kepastian regulasi, serta skema pembiayaan yang mendukung proyek energi bersih. Tanpa dukungan kebijakan yang konsisten dan dukungan finansial yang memadai, realisasi program E20 dan pengembangan industri etanol berpotensi terhambat. Kehadiran pabrik-pabrik baru diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem energi terbarukan yang mandiri dan berdaya saing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Guru PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Jadi PNS Tahun Depan
Pemerintah menargetkan pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi pegawai negeri sipil pada 2025, meningkatkan stabilitas karier dan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
14 September 2026
Kacamata AI Berfitur Interaktif Memicu Kekhawatiran Privasi
Perangkat kacamata berbasis kecerdasan buatan yang mampu merekam, menelpon, dan berinteraksi secara real-time memicu kekhawatiran publik soal privasi dan etika penggunaan teknologi.
13 September 2026

10 Ruas Tol Indonesia dengan Pemandangan Alam Memukau
Sejumlah ruas tol di berbagai wilayah Indonesia menawarkan pemandangan alam yang memukau, dari perbukitan hijau hingga laut lepas, sekaligus mendukung efisiensi perjalanan.
12 September 2026

Pertamina UMK Academy 2026 Mulai Tahap Regional dengan 1.500 Peserta Terpilih
Program pembinaan UMK dari Pertamina resmi dimulai tahap regional dengan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku usaha mikro dan kecil dari seluruh Indonesia.
12 September 2026
Berita Lainnya

Suahasil Dilantik, Pengusaha Optimistis Dorong Tumbuh Ekonomi 8%
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Suahasil Tegaskan Kelanjutan Kebijakan Keuangan Negara
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan, Tekankan Kredibilitas Institusi
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Menkeu Dorong Perluasan Penindakan Rokok Ilegal
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

IHSG Melemah Saat Peluncuran Bansos Digital Ditetapkan Oktober
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Suahasil Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Tantangan Fiskal Makin Ketat
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Pergantian Menteri Keuangan Tak Ganggu Progres Whoosh
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Purbaya Siapkan Skema BPD Financing untuk Dorong Pembangunan Daerah
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA


