Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLN EPI Dorong Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Energi Hijau Berbasis Limbah

PLN EPI menggaungkan sinergi dengan pelaku usaha untuk mengembangkan energi hijau dari limbah pertanian, perkebunan, dan perkotaan sebagai bagian dari transisi energi rendah karbon.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PLN EPI Dorong Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Energi Hijau Berbasis Limbah📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menginisiasi kolaborasi strategis dengan sektor swasta dan mitra potensial guna membangun ekosistem energi hijau yang berbasis pada pemanfaatan residu alam. Upaya ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok energi hayati, meningkatkan ketahanan energi nasional, serta mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih rendah emisi karbon.

Kegiatan ini dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya alam terbarukan yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di dekat lokasi pembangkit listrik milik PLN. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa keberadaan limbah pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini dianggap sebagai beban, justru dapat diubah menjadi sumber energi bernilai tambah.

Potensi bahan baku energi hayati di Tanah Air diperkirakan mencapai 83,4 juta ton per tahun, dengan Sumatera menjadi wilayah terbesar penyumbang potensi, sekitar 42,8 juta ton, disusul Kalimantan (18,9 juta ton) dan Jawa (13,1 juta ton). Sumber tersebut berasal dari berbagai jenis residu seperti sekam padi, limbah kelapa sawit, kayu, tebu, jagung, serta limbah padat perkotaan.

Untuk menjamin efisiensi dan skalabilitas, PLN EPI telah memetakan lokasi sumber bahan baku berdasarkan jarak terhadap pembangkit listrik, serta membangun kerangka kerja rantai pasok dengan pendekatan subhub, hub, dan main hub. Pendekatan ini bertujuan menciptakan keterhubungan logistik yang solid, mempercepat pengolahan limbah, dan membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya