Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aktivitas Fisik Sesuai Usia Dongkrak Tumbuh Kembang Anak

Program olahraga yang disesuaikan tahap perkembangan anak mendukung pertumbuhan fisik, motorik, dan kesehatan mental secara optimal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Aktivitas Fisik Sesuai Usia Dongkrak Tumbuh Kembang Anak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perkembangan fisik dan psikologis anak sangat dipengaruhi oleh partisipasi dalam aktivitas gerak sejak dini. Menurut pakar ortopedi anak dari Mayapada Hospital, aktivitas fisik tidak harus berbentuk kompetisi atau latihan intensif. Kunci utamanya adalah memberikan pengalaman gerak yang menyenangkan, eksploratif, dan sesuai usia agar fondasi koordinasi, kekuatan otot, serta keseimbangan tubuh terbentuk dengan baik.

Pada usia 3 hingga 5 tahun, fokus diberikan pada gerakan dasar seperti berlari, melompat, memanjat, dan menangkap. Aktivitas ini membantu mengasah kemampuan motorik halus dan kasar tanpa perlu struktur formal. Saat anak memasuki rentang usia 6 hingga 9 tahun, mereka mulai siap untuk memasuki olahraga terstruktur seperti senam, sepak bola, atau renang, yang secara bertahap melatih keterampilan teknis sekaligus keterampilan sosial.

Bagi anak di atas 10 tahun, intensitas dan teknik latihan bisa ditingkatkan, namun tetap harus diimbangi variasi aktivitas. Hal ini penting karena lempeng pertumbuhan tulang masih aktif dan rentan terhadap cedera jika dilatih secara berlebihan. Selain manfaat fisik, olahraga juga berperan dalam membangun disiplin, kepercayaan diri, kerja sama tim, serta ketahanan emosional yang menjadi modal utama dalam kehidupan sehari-hari.

Kesiapan anak dalam berolahraga tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga dari perkembangan kognitif, bahasa, perhatian, dan kemampuan mengatur emosi. Dokter spesialis anak menekankan perlunya pendekatan holistik dalam memilih aktivitas, agar tidak menimbulkan tekanan atau kelelahan berlebih. Setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda, sehingga intervensi harus personal dan berkelanjutan.

Untuk mendukung aktivitas fisik anak secara aman dan terintegrasi, Mayapada Hospital menyediakan layanan khusus melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang bekerja sama dengan tim ortopedi anak dan multidisiplin. Di Bandung, pusat anak dilengkapi dengan ruang gawat darurat 24 jam, rawat inap khusus anak, serta klinik tumbuh kembang yang menyediakan terapi okupasi, wicara, sensori integrasi, dan psikotes. Sementara di Jakarta, layanan gawat darurat anak siap menangani kasus mendesak dengan dokter spesialis anak yang selalu standby. Akses layanan dapat dilakukan melalui call center, WhatsApp, atau aplikasi MyCare yang juga memantau kondisi kesehatan pribadi secara real time.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Pangan Lokal Jadi Fondasi Ketahanan Nasional
Nasional

Pangan Lokal Jadi Fondasi Ketahanan Nasional

Pemerintah mempercepat diversifikasi pangan berbasis kekayaan hayati lokal melalui Perpres 81/2024, dengan fokus pada pemanfaatan 2.564 spesies tumbuhan dan penguatan ekonomi daerah melalui inovasi produk olahan.

29 September 2026

Berita Lainnya