Pemerintah Percepat Uji Coba MLFF untuk Transaksi Tol Nirsentuh
Pemerintah mempercepat uji coba kedua sistem tol nirsentuh MLFF guna memperbaiki kinerja dan mempersiapkan tahap semikomersial di tahun depan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Pekerjaan Umum kini mempercepat pelaksanaan uji coba kedua sistem transaksi tol nontunai berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF), menyusul hasil uji coba pertama yang tidak memberikan kesimpulan pasti mengenai efektivitasnya. Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa uji coba ulang ini menjadi langkah krusial untuk memastikan sistem mampu berjalan sesuai harapan dalam kondisi nyata, tanpa mengorbankan keandalan dan keamanan data.
Proyek nasional yang dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp1,12 triliun ini mengandalkan teknologi GNSS dan integrasi data dari sistem ERI milik Korlantas Polri. Transaksi dilakukan secara otomatis melalui aplikasi Cantas, memungkinkan kendaraan melewati gerbang tol tanpa berhenti, sesuai konsep MLFF. Kementerian menargetkan pengujian lebih lanjut bisa berjalan dalam hitungan minggu ke depan, dengan dua lokasi utama yang dipertimbangkan: Bali dan salah satu wilayah di Pulau Jawa.
Penerapan MLFF dilakukan secara bertahap, memperhatikan berbagai aspek krusial seperti kesiapan infrastruktur, keterlibatan pemangku kepentingan, serta kesiapan sistem integrasi antarlembaga. Proses perencanaan memerlukan koordinasi intensif antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Korlantas Polri, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang turut menyebabkan keterlambatan dalam penyelesaian tahap awal.
Jika uji coba kedua berhasil, sistem akan memasuki tahap semikomersial, di mana perangkat MLFF akan dipasang secara bertahap di beberapa titik strategis. Tujuannya adalah menguji sistem dalam kondisi operasional yang mendekati realitas, termasuk dalam hal kecepatan transaksi, akurasi pemungutan, dan keandalan teknologi. Pemerintah menegaskan bahwa semua proses tetap berjalan sesuai kontrak yang telah disepakati, dengan komitmen mempercepat realisasi tanpa mengabaikan kualitas dan keamanan sistem.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Netanyahu Siapkan Tuntutan ke ICC atas Erdogan
Israel mempersiapkan tuntutan hukum ke ICC terhadap Erdogan, diduga terkait dugaan pelanggaran HAM dan dukungan terhadap Hamas, sebagai strategi tawar-menawar politik.
29 September 2026

RAPBN 2027 Disahkan DPR, Fokus pada Stabilitas dan Pertumbuhan
RAPBN 2027 resmi disahkan DPR RI dalam rapat paripurna setelah disepakati bersama pemerintah melalui Banggar dengan target pertumbuhan ekonomi 6,0% dan defisit 2,4% PDB.
29 September 2026

Jika Gibran Tidak Memenuhi Syarat, Apakah Prabowo Tetap Jadi Presiden?
Putusan MK atas gugatan keabsahan pencalonan Gibran akan menentukan apakah kemenangan Prabowo-Gibran tetap sah atau harus dibatalkan secara keseluruhan.
29 September 2026

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Pemerintah dan DPR setuju mengurangi anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg di RAPBN 2027, menurunkan alokasi menjadi Rp131,39 triliun dari usulan semula Rp142,8 triliun.
28 September 2026
Berita Lainnya

Museum Bing Slamet Dibangun untuk Wariskan Warisan Seni
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

170 Bidang Tanah di Ngawi Ditetapkan untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

Samsat Keliling Beroperasi di 14 Titik Jadetabek
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

Evakuasi Hiu Paus di Wakatobi dan Permohonan Maaf Gibran
Selasa, 29 September 2026, 09.29 WITA

Aktivitas Fisik Sesuai Usia Dongkrak Tumbuh Kembang Anak
Selasa, 29 September 2026, 09.20 WITA

Cedera Hamstring pada Atlet: Penyebab, Pencegahan, dan Langkah Pemulihan
Selasa, 29 September 2026, 09.19 WITA

Proses Balik Nama dan Mutasi Sepeda Motor Wajib Dilakukan
Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA

OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Lebih Cepat dan Hemat Biaya
Selasa, 29 September 2026, 09.11 WITA

