Rusia Perkuat Pasokan Solar Global, Capai 3,5 Juta Ton Bulanan
Rusia menargetkan ekspor solar mencapai 3,5 juta ton per bulan pada akhir 2026, melampaui volume sebelum krisis, seiring pemulihan kapasitas produksi dan pelonggaran sanksi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 215x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Rusia kini memperkirakan kemampuan ekspor bahan bakar diesel atau solar bisa menembus angka 3 juta hingga 3,5 juta ton per bulan pada akhir tahun 2026. Perkiraan ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, yang menangani urusan energi di bawah presiden Vladimir Putin, melalui siaran televisi pemerintah. Peningkatan ini menjadi respons terhadap pemulihan kapasitas kilang yang sempat terganggu akibat serangan berulang dari drone Ukraina pada periode 2024–2025.
Sebelum adanya tekanan tersebut, volume ekspor solar Rusia pernah melampaui 3 juta ton bulanan. Meskipun sejumlah pembatasan ekspor diberlakukan, negara itu tetap mampu memasok bahan bakar ke berbagai negara, terutama di Asia Tengah, melalui kerja sama antar pemerintah. Data industri menunjukkan, ekspor ke kawasan tersebut mencapai 427.000 ton pada bulan terakhir sebelum pernyataan Novak.
Peningkatan pasokan ini terjadi seiring kebijakan pelonggaran sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap bahan bakar Rusia, yang sebelumnya ditujukan untuk membatasi pendapatan Moskow dalam mendanai operasi militer di Ukraina. Presiden Amerika Serikat pada awal pekan mengumumkan bahwa Rusia telah menyetujui pasokan solar ke pasar global, dengan rencana pengiriman pertama mencapai lebih dari 300.000 ton, diikuti 500.000 ton pada bulan berikutnya, dan mencapai 1 juta ton dalam waktu dekat.
Novak menegaskan bahwa tambahan pasokan dari Rusia diharapkan dapat menstabilkan pasar global, menurunkan tekanan harga yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan. Ia menyebut harga solar dunia telah turun sekitar 5–6% akibat aliran baru ini. Peningkatan pasokan juga menjadi respons atas kenaikan harga solar di Amerika Serikat yang membebani sektor transportasi truk dan pertanian, sekaligus menjadi isu strategis menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

