Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Pertimbangkan Cabut Dukungan untuk Falkland Jika Inggris Tak Tingkatkan Belanja Militer

AS mempertimbangkan mencabut pengakuan atas kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland jika London tidak memperkuat anggaran pertahanan sesuai standar NATO.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Pertimbangkan Cabut Dukungan untuk Falkland Jika Inggris Tak Tingkatkan Belanja Militer📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini menimbang langkah tegas terhadap Inggris terkait posisi kedaulatan atas Kepulauan Falkland, yang menjadi sengketa dengan Argentina. Ancaman ini muncul sebagai respons atas kinerja belanja pertahanan Inggris yang dinilai belum mencapai target lima persen dari produk domestik bruto (PDB), sesuai komitmen NATO. Pentagon dikabarkan sedang meninjau kembali kewajiban sekutu, dengan Inggris menjadi fokus utama dalam evaluasi tersebut.

Meski sebelumnya pemerintah Inggris telah mengumumkan rencana peningkatan anggaran militer, kebijakan tersebut dianggap belum cukup oleh Washington. Pejabat AS menyatakan bahwa negara-negara sekutu seperti Inggris harus mengambil langkah lebih besar demi menjaga stabilitas keamanan global. Dalam pernyataan terpisah, sumber internal menegaskan bahwa semua opsi, termasuk peninjauan klaim kedaulatan Falkland, tetap terbuka untuk dipertimbangkan.

Pemerintah Inggris menegaskan kembali bahwa posisi mereka terhadap Kepulauan Falkland tidak berubah dan tetap berdasarkan kehendak penduduk setempat. Juru bicara pemerintah menegaskan bahwa wilayah tersebut adalah Wilayah Seberang Laut Inggris, sebuah status yang telah berlaku lama dan diperkuat oleh keputusan demokratis lokal. Di sisi lain, Inggris menekankan perannya krusial dalam aliansi NATO, termasuk menjadi salah satu negara dengan anggaran pertahanan terbesar ketiga dan satu-satunya anggota Eropa yang menyediakan sistem pertahanan nuklir bagi aliansi.

Beberapa tokoh politik dan militer Inggris menanggapi ancaman tersebut dengan skeptis. Kepala Partai Konservatif, Kemi Badenoch, menyebutnya sebagai retorika kosong yang tidak berdampak nyata. Sementara mantan Panglima Tertinggi Angkatan Laut Kerajaan, Laksamana Lord West of Spithead, menilai bahwa pengakuan atau ketidakakuan AS terhadap kedaulatan Falkland tidak akan mengubah realitas militer di lapangan. Ia menegaskan bahwa keamanan kepulauan tetap terjaga, terlepas dari sikap Washington.

Kebijakan AS terhadap Falkland sejauh ini masih dalam tahap pertimbangan strategis, bukan keputusan final. Namun, kehadiran Argentina—yang memiliki hubungan dekat dengan Trump—membuat isu ini semakin sensitif secara geopolitik. Sebelumnya, ancaman serupa juga pernah muncul pada April, ketika bocoran dokumen Pentagon mengindikasikan potensi peninjauan ulang klaim Inggris sebagai balasan atas minimnya dukungan London dalam konflik regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya