Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

5 Langkah Sederhana Tingkatkan Bakteri Baik Usus

Lima kebiasaan harian yang terbukti mendukung keberagaman dan jumlah bakteri baik dalam usus, mulai dari pola makan hingga gaya hidup sehat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
5 Langkah Sederhana Tingkatkan Bakteri Baik Usus📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Usus manusia merupakan ekosistem mikrobiologis kompleks yang menampung triliunan bakteri, sebagian besar berperan penting dalam keseimbangan pencernaan dan imunitas. Bakteri baik seperti Lactobacillus dan berbagai strain lainnya membantu mencerna makanan, melindungi lapisan usus, serta mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Kesehatan mikrobioma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari, termasuk asupan makanan, kualitas tidur, dan tingkat aktivitas fisik.

Salah satu cara efektif memperkuat populasi bakteri baik adalah dengan mengonsumsi yogurt yang mengandung kultur hidup. Produk fermentasi susu ini kaya akan bakteri probiotik yang dapat bertahan di saluran pencernaan. Pemilihan yogurt harus hati-hati, memilih yang rendah gula dan bebas tambahan pengawet agar manfaatnya tidak terganggu. Bagi yang sensitif terhadap laktosa, yogurt tetap menjadi pilihan layak karena proses fermentasi mengurangi kandungan laktosa secara signifikan.

Peningkatan asupan serat alami juga menjadi fondasi utama. Makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, kacang-kacangan, oat, dan biji-bijian utuh menyediakan substrat penting bagi bakteri baik untuk tumbuh. Penting untuk memperbanyak ragam sumber serat, bukan hanya satu jenis makanan, guna mendukung keberagaman mikroba. Namun, lonjakan asupan serat secara tiba-tiba harus dihindari untuk mencegah gangguan seperti kembung atau perut kram.

Keseimbangan antara serat dan cairan juga harus diperhatikan. Minum air yang cukup secara rutin membantu menjaga kelembapan feses agar lebih mudah dikeluarkan. Kurangnya cairan saat asupan serat tinggi justru berisiko menyebabkan sembelit. Oleh karena itu, kebiasaan minum air sepanjang hari tanpa menunggu haus merupakan praktik penting. Selain itu, mengurangi konsumsi makanan ultra-proses seperti makanan cepat saji, makanan kaleng, dan camilan manis berdampak positif pada mikrobioma, karena makanan tersebut cenderung menurunkan keragaman bakteri dan memicu inflamasi.

Aktivitas fisik rutin dan tidur yang cukup juga berkontribusi besar. Tidur selama tujuh hingga sembilan jam per malam membantu menjaga ritme sirkadian yang berdampak pada keseimbangan mikrobioma. Olahraga ringan hingga sedang selama 150 menit dalam seminggu mendorong pergerakan usus dan meningkatkan keberagaman mikroba. Kombinasi pola makan sehat, hidrasi optimal, dan gaya hidup aktif menjadi kunci menjaga kesehatan usus secara holistik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya