Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Merawat Kucing Lansia agar Tetap Sehat dan Nyaman

Kucing berusia 10 tahun ke atas memasuki masa lansia, sehingga memerlukan perawatan khusus untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan seiring bertambahnya usia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Merawat Kucing Lansia agar Tetap Sehat dan Nyaman📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kucing yang telah mencapai usia 10 tahun dianggap memasuki tahap lansia, di mana tubuhnya mulai mengalami penurunan fungsi organ. Meski rata-rata kucing hidup hingga 15 tahun, beberapa bahkan bisa mencapai 20 tahun. Di usia tersebut, kucing rentan mengalami berbagai kondisi medis seperti gangguan ginjal, masalah pencernaan, atau penyakit kronis lainnya. Karena kucing cenderung menyembunyikan gejala sakit, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kunci penting dalam mendeteksi dini penyakit.

Pemeriksaan ke dokter hewan setiap enam bulan sangat disarankan, termasuk tes darah dan pengecekan berat badan. Dengan pendekatan preventif, kondisi kesehatan bisa terus dipantau dan dikelola sejak dini. Selain itu, perubahan pola makan juga perlu diperhatikan. Nutrisi yang sesuai dengan usia dan kondisi medis kucing—seperti makanan rendah kalori atau dengan tambahan glukosamin—dapat membantu menjaga kesehatan sendi dan mengurangi risiko obesitas.

Kesehatan gigi juga tidak boleh diabaikan. Gigi yang aus atau terganggu oleh bakteri bisa memengaruhi nafsu makan dan kebiasaan menjaga kebersihan diri (grooming). Sikat gigi secara rutin menggunakan pasta dan sikat khusus kucing, serta menyediakan makanan yang mendukung kesehatan mulut, dapat membantu menjaga kesehatan gigi seiring bertambahnya usia. Akses air minum yang mudah juga penting, terutama karena fungsi ginjal cenderung menurun seiring usia. Menyediakan banyak tempat air atau air mancur dapat mendorong asupan cairan yang lebih baik.

Kotak pasir perlu disesuaikan agar lebih mudah diakses, seperti menggunakan kotak yang lebih rendah, tanpa tutup, dan lebih lebar. Perubahan perilaku seperti sulit melompat, tidak lagi menggunakan kotak pasir, atau perubahan pola tidur bisa menjadi tanda nyeri sendi atau gangguan kognitif. Perubahan berat badan yang signifikan—baik naik maupun turun—juga patut diwaspadai karena bisa mengindikasikan kondisi serius seperti hipertiroidisme atau diabetes. Dengan pengamatan rutin dan kasih sayang yang konsisten, kucing lansia dapat menjalani masa tuanya dengan kualitas hidup yang optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya