Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Banjir Bandang Samosir: Warga Mengungsi, Tiga Rumah Rusak

Tiga rumah di Dusun I Sitobu, Samosir, rusak akibat banjir bandang, warga dievakuasi ke Polsek dan memilih mengungsi sementara karena khawatir longsor susulan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Banjir Bandang Samosir: Warga Mengungsi, Tiga Rumah Rusak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Banjir bandang melanda Dusun I Sitobu, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada Sabtu (26/9), menyusul curah hujan tinggi yang memicu meluapnya aliran sungai. Material tanah dan lumpur dari perbukitan sekitar desa terbawa arus deras dan menyeret permukiman warga, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah. Kejadian ini terjadi dalam kondisi cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu singkat.

Kepolisian setempat, melalui Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, memastikan seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi ke Polsek Simanindo. Mereka memilih tidak kembali ke rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan seperti longsor atau banjir berulang. Sebagian besar mengungsi ke rumah kerabat, sementara kondisi tempat tinggal mereka dinilai belum aman untuk ditempati.

Pendataan sementara menyebutkan tiga unit rumah mengalami kerusakan ringan. Dua di antaranya dihuni oleh warga lokal, yakni Lasmaria Sidauruk (57) bersama dua orang, dan Saurma Manik (61) bersama tujuh anggota keluarga. Sementara satu rumah lainnya ditempati Nurmasta (59) yang tinggal bersama Peter Curson (80), warga negara asing. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Pihak keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait. Akses jalan menuju Dusun I Sitobu juga sempat terputus akibat longsor dan penumpukan material, mempersulit akses evakuasi dan distribusi bantuan. Upaya pemantauan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan kesiapan respons bencana jika terjadi perubahan kondisi cuaca.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya