Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kain Ihram dan Batik Fatmawati Jadi Pembungkus Jenazah Guruh

Jenazah Guruh Soekarnoputra dimakamkan di Karet Bivak dengan kain kafan dilapisi ihram dan dua kain batik peninggalan ibunya, Fatmawati, sesuai persiapan sebelum wafat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Kain Ihram dan Batik Fatmawati Jadi Pembungkus Jenazah Guruh📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jenazah putra bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra, akan dimakamkan dengan pembungkus kain kafan yang dilapisi kain ihram hasil ibadah umroh terakhirnya. Prosesi ini menjadi bagian dari tradisi pemakaman yang dilakukan secara khusyuk, menghormati kesucian dan kesadaran spiritual almarhum. Kain ihram tersebut merupakan benda yang telah disiapkan sebelum wafat, menunjukkan persiapan matang terhadap akhir hayat.

Selain kain ihram, jenazah juga akan ditutupi dengan dua kain batik khas yang dulu menjadi milik Fatmawati, ibu kandungnya. Kain-kain tersebut bukan sekadar benda berharga, melainkan simbol kedekatan emosional dan warisan keluarga yang dijaga hingga akhir hayat. Kehadiran batik-batik tersebut menambah nuansa khas dalam prosesi pemakaman, mencerminkan perpaduan antara budaya dan keimanan.

Dalam keterangan resmi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode pertama, Sandiaga Uno, menyebut bahwa Guruh telah menyiapkan segala hal terkait pemakaman sebelum meninggal dunia. Termasuk memilih kain-kain favorit yang memiliki makna mendalam, terutama dari ibu kandungnya. Keputusan ini menunjukkan keinginan almarhum untuk dimakamkan dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

Pemakaman rencananya dilaksanakan pada Sabtu siang di TPU Karet Bivak, tempat ibunya, Fatmawati, juga dimakamkan. Letak makam yang berdekatan menegaskan hubungan keluarga yang erat dan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan maupun dalam kematian. Seluruh prosesi diwarnai kesedihan yang dalam namun tetap terasa damai, menunjukkan penghormatan terhadap sosok yang dikenal sebagai tokoh sejarah dan pribadi yang khas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya