KPK Temukan Valuta Asing dalam Penggeledahan di Kantor BPN Jatim
KPK mengamankan mata uang asing dalam bentuk SGD dan USD saat penggeledahan di Kanwil BPN Jawa Timur, diduga terkait praktik penerimaan korupsi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah lembaran uang asing dalam operasi penggeledahan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur. Uang tersebut berupa dolar Singapura (SGD) dan dolar Amerika Serikat (USD), ditemukan bersamaan dengan uang tunai dalam jumlah ratusan juta rupiah serta sejumlah perhiasan emas yang turut disita. Temuan ini menjadi bagian dari upaya penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan pejabat di instansi tersebut.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa adanya valuta asing dalam lokasi penggeledahan menunjukkan kemungkinan besar terjadi penerimaan dalam bentuk non-rupiah. Ia menekankan bahwa temuan ini bukan sekadar aset yang disita, melainkan indikasi kuat atas aliran dana ilegal yang perlu ditelusuri lebih dalam. Penyidik kini fokus pada aspek pengelolaan dan tujuan dari penerimaan valas tersebut.
Pemeriksaan lebih lanjut akan mencakup identifikasi siapa pihak yang menyerahkan, dari mana sumbernya, serta periode waktu praktik tersebut berlangsung. Proses ini menjadi kunci untuk memahami skema korupsi yang mungkin telah berlangsung secara sistematis dan terstruktur di lingkungan BPN Jatim. Hasil temuan ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi langkah pencegahan serupa di instansi pemerintah lain.
KPK menegaskan bahwa penyitaan valuta asing ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan tindakan penegakan hukum dengan pencegahan korupsi secara menyeluruh. Dengan mengungkap aliran dana dalam bentuk asing, lembaga antikorupsi berharap dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara. Temuan ini juga menjadi peringatan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan internal terhadap pengelolaan keuangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penembakan Massal di Afrika Selatan Tewaskan 27 Orang
Aksi kekerasan brutal di dua kota utama Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai 26 lainnya, diduga dilakukan oleh kelompok kejahatan terorganisir.
27 September 2026

Luna Kecelakaan Parah Akibat Rem Dibajak
Kecelakaan hebat menimpa Luna saat riding bersama Rifky setelah rem sepeda motornya sengaja dirusak oleh pihak Dewa, yang terungkap sebagai dalang kecelakaan sebelumnya.
27 September 2026

Kain Ihram dan Batik Fatmawati Jadi Pembungkus Jenazah Guruh
Jenazah Guruh Soekarnoputra dimakamkan di Karet Bivak dengan kain kafan dilapisi ihram dan dua kain batik peninggalan ibunya, Fatmawati, sesuai persiapan sebelum wafat.
27 September 2026

50 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, Termasuk 34 Kombes Jadi Brigjen
Upacara kenaikan pangkat 50 perwira tinggi Polri digelar di Gedung Rupatama, termasuk 34 Komisaris Besar yang promosi ke Brigadir Jenderal.
27 September 2026
Berita Lainnya

China Kirim Panda Baru ke Atlanta Setelah Kunjungan Xi ke AS
Minggu, 27 September 2026, 17.48 WITA

Indonesia Kecam Isu Papua di Forum PBB
Minggu, 27 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Diproyeksikan Lanjut Koreksi di Awal Pekan
Minggu, 27 September 2026, 17.46 WITA

Komnas HAM Dorong Aturan Turunan UU Reforma Agraria Lindungi Masyarakat Adat
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

Menteri Keuangan Israel Dorong Operasi Militer di Tepi Barat
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

Jenazah Guruh Soekarnoputra Dimakamkan di Samping Makam Ibu
Minggu, 27 September 2026, 17.43 WITA

Wakil Bupati Gowa Jalankan Pemerintahan Sementara
Minggu, 27 September 2026, 17.43 WITA

WNA Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Tanjung Mebulu
Minggu, 27 September 2026, 17.41 WITA

