52% Pakar Ekonomi Sebut Kondisi RI Memburuk Akhir 2026
Survei ahli ekonomi menunjukkan sebanyak 52% menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk dibanding tiga bulan sebelumnya, didorong tekanan inflasi dan penurunan penciptaan lapangan kerja.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 33 dari 63 pakar ekonomi menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini lebih buruk dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya, menurut hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Survei ini merupakan edisi kedua dalam semester kedua tahun 2026, dilaksanakan dari 21 September hingga 13 Oktober melalui platform digital.
Dari jumlah tersebut, 29 ahli atau 46% menyatakan kondisi ekonomi memburuk, sementara 4 ahli atau 6% menilai kondisi jauh lebih buruk. Sisanya, 25 pakar (40%) menilai tidak berubah, dan lima (8%) melihat adanya perbaikan. Tidak satupun dari para ahli menyatakan kondisi ekonomi jauh lebih baik. Data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang dirilis BPS sebesar 5,29% belum diikuti oleh data kuartal III-2026.
Indikator utama yang menjadi perhatian para pakar meliputi inflasi, penciptaan lapangan kerja, dan iklim usaha. Sebanyak 49 dari 63 ahli (78%) menilai tekanan inflasi tinggi, dengan 44 (70%) menyebutnya tinggi dan 5 (8%) sangat tinggi. Hanya satu ahli yang menyebut inflasi rendah, dan tidak satupun menyebut sangat rendah. Angka inflasi tahunan pada September 2026 sebesar 3,28% mendekati batas atas target BI di 1,5%-3,5%.
Pada sektor lapangan kerja, 46 ahli (73%) mengungkapkan penciptaan lapangan kerja lebih rendah dibandingkan enam bulan sebelumnya, dengan 30 (48%) menyebutnya lebih rendah dan 16 (25%) jauh lebih rendah. Hanya 15 pakar (24%) yang menilai tidak berubah, serta dua (3%) melihat peningkatan. Di sisi lingkungan bisnis, 35 ahli (56%) menyatakan kondisi memburuk, termasuk 26 (41%) yang menyebut lebih buruk dan 9 (14%) jauh lebih buruk.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar menteri dengan penilaian kinerja terbaik, setelah Amran Sulaiman, Agus Harimurti Yudhoyono, Zulkifli Hasan, dan Sugiono.
26 Oktober 2026

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Seorang mekanik asal Tangerang terkejut digerebek petugas pajak karena tercatat sebagai pemilik McLaren yang menunggak pajak Rp137 juta, padahal tak memiliki kendaraan mewah tersebut.
26 Oktober 2026

BEI Konfirmasi Indonesia Tetap di Kategori Pasar Berkembang Sekunder
BEI menyatakan FTSE Russell mempertahankan posisi pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tanpa memasukkannya ke watchlist, sebagai pengakuan atas reformasi yang telah dilakukan.
26 Oktober 2026

Mobo, Robot Humanoid Pendamping Keluarga Hadir dengan Kemampuan Intelektual Canggih
AiMOGA meluncurkan Mobo, robot humanoid yang mampu menjalankan 16 tugas sekaligus dengan respons kurang dari 0,2 detik, dirancang untuk mendampingi keluarga lintas generasi.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

PDIP dan Gerindra Soroti Dampak Putusan MK Soal Ijazah Wapres Gibran
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Indonesia Kecam Serangan Teror di Gereja Yordania
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

