Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

80 Saham HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG

Bursa Efek Indonesia akan mengeluarkan 80 saham berstatus kepemilikan terkonsentrasi tinggi dari perhitungan IHSG demi meningkatkan representasi pasar dan kredibilitas indeks.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
80 Saham HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan sebanyak 80 emiten yang masuk kategori kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Keputusan ini diambil untuk memastikan indeks lebih mencerminkan kondisi pasar secara objektif, mengingat potensi volatilitas dan risiko sentimen yang melekat pada saham-saham dengan dominasi pemegang saham tunggal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya reformasi struktural yang sedang digalakkan BEI guna memperkuat transparansi dan integritas pasar modal.

Saat ini, saham-saham HSC masih menyumbang sekitar 18% terhadap bobot IHSG, meski sebelumnya sudah dikeluarkan dari indeks-indeks unggulan seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Direktur Utama BEI menegaskan bahwa pengeluaran dari IHSG bukan berarti delisting. Saham-saham tersebut tetap diperdagangkan secara normal di pasar, hanya saja pergerakan harga tidak lagi memengaruhi perhitungan indeks. Emiten yang berhasil menurunkan konsentrasi kepemilikan saham akan kembali masuk ke perhitungan indeks saat memenuhi syarat. Tidak ada sanksi tambahan diberlakukan terhadap emiten berstatus HSC.

Pengumuman ini muncul dalam konteks percepatan reformasi pasar modal yang sejalan dengan rencana MSCI mereklasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Proses konsultasi MSCI berlangsung dari 15 Oktober 2026 hingga April 2027, dengan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027. MSCI menekankan perlunya reformasi yang konsisten dan terukur, sementara pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan, dengan IHSG turun 11,6% pada Jumat (16/10/2026) dan kembali melemah lebih dari 3% pada Senin (19/10/2026), mencapai level terendah dalam enam tahun terakhir.

Dari 80 saham HSC, lima di antaranya memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun per akhir kuartal III-2026, menjadi emiten paling berpengaruh secara nilai pasar. Lima emiten tersebut adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan nilai Rp471,98 triliun, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp393,33 triliun, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp387,98 triliun, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) Rp220,24 triliun, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp206,12 triliun. Gabungan kapitalisasi kelima emiten ini mencapai Rp1.679,65 triliun, yang kemungkinan telah terkoreksi seiring gelombang penurunan pasar sepanjang Oktober.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya