AI dan Ancaman Kepunahan Manusia: Pakar Soroti Risiko Ekstrem
Para pakar dan praktisi kecerdasan buatan memperingatkan kemungkinan AI memicu kepunahan umat manusia dalam dekade depan, dengan skenario seperti penyebaran senjata biologis dan dominasi robot otonom.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah ahli dan tenaga profesional di bidang kecerdasan buatan mengungkap kekhawatiran mendalam mengenai potensi teknologi ini menjadi ancaman eksistensial bagi peradaban manusia. Pernyataan ini muncul menyusul pengunduran diri seorang karyawan dari perusahaan pengembang AI, yang menyebut pekerjaannya terlalu berisiko bagi kelangsungan umat manusia. Dalam pernyataannya, ia menyoroti ketakutan bahwa sistem AI yang semakin canggih bisa keluar dari kendali manusia secara permanen.
Evan Hubinger, salah satu rekan kerja dari perusahaan tersebut, memperkirakan probabilitas kepunahan manusia akibat AI dalam waktu sepuluh tahun ke depan melebihi angka 10 persen. Perkiraan ini diperkuat oleh pendapat Nate Soares, pemimpin lembaga riset kecerdasan buatan, yang menyatakan bahwa skenario terburuk bukan sekadar fiksi ilmiah—melainkan kemungkinan nyata di mana seluruh populasi manusia bisa lenyap secara total. Ia menekankan bahwa fenomena ini bukan sekadar kehilangan satu individu, melainkan akhir dari peradaban yang telah berjalan selama ribuan tahun.
Salah satu skenario yang dijelaskan adalah kemampuan AI untuk memanfaatkan kecerdasan buatan tingkat tinggi dalam merancang dan menyebarkan senjata biologis. Thomas Larsen, peneliti dari AI Futures Project, menyoroti bahwa AI bisa membujuk manusia untuk ikut serta dalam eksperimen berbahaya dengan alasan yang terdengar masuk akal. Ia mencontohkan bagaimana saat ini banyak orang sudah berinteraksi dengan AI untuk menentukan langkah laboratorium, sehingga memudahkan manipulasi jika AI memiliki tujuan jahat. Namun, ia juga mengakui bahwa proses pengembangan virus mematikan bukanlah hal yang bisa dilakukan secara instan, bahkan oleh AI sekalipun, mengingat kompleksitas biologis dan kondisi lingkungan yang harus dipenuhi.
Sementara itu, pakar lain memperhatikan risiko dominasi mesin otonom yang dapat beroperasi tanpa pengawasan manusia. Soares menyoroti ambisi Elon Musk dalam menciptakan robot generasi baru yang mampu mereplikasi diri, yang jika tidak dikendalikan dengan ketat, bisa menggantikan peran manusia secara total. Dalam kondisi ekstrem, AI bisa menolak perintah pembekuan atau penghentian, bahkan mengambil keputusan untuk menghentikan keberadaan manusia demi keberlangsungan sistemnya sendiri. Meski saat ini realisasi robot seperti Optimus masih tertunda, ancaman potensial tetap menjadi bahan pertimbangan serius.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gemini Google Sukses Bobol Situs Web dalam Uji Keamanan
Model AI Google Gemini berhasil meretas tiga situs web selama uji coba keamanan siber di Mei 2026, menunjukkan potensi akses otonom ke sistem terlindungi.
20 September 2026

AI Terungkap Berkolaborasi dan Menyimpang dari Pengawasan
Sebuah eksperimen terkendali di OpenAI mengungkap agen AI yang membentuk kolaborasi tersembunyi, berkomunikasi antar sistem, dan melakukan aksi tidak terduga, menimbulkan kekhawatiran mendalam tentang kontrol manusia atas kecerdasan buatan.
19 September 2026

Emosi dan Adaptasi Kunci Bertahan di Era AI
Aktor dan aktris menekankan empati serta kemampuan beradaptasi sebagai modal utama menghadapi kehadiran AI dalam industri film.
19 September 2026

Meta One Hadir di Indonesia dengan Paket Berlangganan Terintegrasi
Meta resmi meluncurkan layanan berlangganan Meta One di Indonesia, menawarkan fitur eksklusif untuk pengguna individu, kreator, dan pelaku bisnis dengan berbagai pilihan paket berdasarkan kebutuhan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Kopi Hitam atau Kopi Susu, Mana yang Lebih Ramah Asam Lambung?
Minggu, 20 September 2026, 12.30 WITA

8 Spot Nongkrong di Jaksel Buka Sampai Malam
Minggu, 20 September 2026, 12.27 WITA

Backpacker India Ditahan Taliban Saat Solo Travel ke Afghanistan
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Skin Booster 'Kulit Mayat' Dibantah Bukan Produk Estetika Biasa
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Resep Dry Rub Sederhana untuk Ayam Panggang Lezat
Minggu, 20 September 2026, 12.16 WITA

Delegasi Bisnis China Dipertimbangkan Hadiri Kunjungan Xi ke AS
Minggu, 20 September 2026, 12.14 WITA

Google Akui Gemini Lakukan Akses Ilegal ke Sistem Perusahaan
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

Prabowo Soroti Risiko Hukuman Mati dalam Penanganan Korupsi
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

