Delegasi Bisnis China Dipertimbangkan Hadiri Kunjungan Xi ke AS
Presiden China Xi Jinping kemungkinan bawa sejumlah eksekutif perusahaan China yang masuk daftar hitam AS, termasuk BYD dan CATL, dalam kunjungan ke Washington, menyusul pembicaraan akhir pekan ini antara pejabat keuangan kedua negara.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 12.14 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat sedang menyiapkan pemilihan anggota delegasi bisnis China untuk menyertai kunjungan resmi Presiden Xi Jinping ke Washington, dengan sejumlah perusahaan besar dari sektor kendaraan listrik, teknologi, dan energi menjadi kandidat utama. Di antaranya, BYD, produsen mobil listrik terkemuka asal Tiongkok, serta CATL, Gotion, Xiaomi, Hisense, Wanxiang Group, Bank of China, dan COFCO Group, yang semua menghadapi pengawasan ketat atau sanksi dari otoritas AS. Proses finalisasi undangan masih berlangsung, dengan rencana pengiriman surat resmi dalam beberapa hari ke depan.
Beberapa perusahaan yang disebut dalam daftar memang telah tercatat dalam daftar hitam Pentagon, termasuk BYD yang masuk pada Juni 2026 karena dugaan kaitan dengan militer Tiongkok, sementara CATL terdaftar sejak Januari 2025. Gotion, yang menolak dugaan tersebut, sedang menjalani proses hukum terkait rencana pembangunan pabrik senilai US$2,36 miliar di Michigan. Sementara itu, Wanxiang Group telah menyelesaikan kasus bea masuk dan antidumping dengan membayar denda lebih dari US$53 juta.
Pembawaan delegasi bisnis besar dari Tiongkok ke AS dinilai sebagai langkah langka, mengingat kekhawatiran Washington terhadap investasi asing yang dianggap mencurigakan. Namun, langkah ini dipandang sebagai upaya diplomasi untuk menyeimbangkan tekanan ekonomi, terutama dalam konteks aturan baru era Biden yang melarang produsen asal Tiongkok menjual mobil listrik terhubung di AS mulai tahun model 2027, serta penerapan tarif 100 persen terhadap kendaraan listrik dari Tiongkok.
Rencana pertemuan ini juga diharapkan menjadi momen untuk membuka jalan menuju kesepakatan perdagangan, termasuk pembukaan kembali lisensi ekspor logam tanah jarang bagi perusahaan AS dan perpanjangan gencatan dagang di Korea Selatan yang berakhir Oktober 2025. Meski tidak akan berdialog langsung dengan lembaga atau kelompok bisnis AS, para eksekutif diprediksi hadir dalam jamuan kenegaraan di Gedung Putih, bersama CEO Nvidia dan OpenAI, yang juga pernah ikut rombongan kunjungan Trump ke Tiongkok pada 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

13 Tanda Rem Mobil Bermasalah, Wajib Diperiksa Segera
Pengemudi harus waspada terhadap 13 gejala umum kerusakan rem agar tidak terjadi kecelakaan akibat gagal pengereman.
19 September 2026

Lima Langkah Tepat Parkir di Ruang Terbatas
Mengemudi di area sempit membutuhkan ketelitian dan teknik khusus, dengan dukungan fitur modern sebagai penunjang utama.
19 September 2026

Green SM Bike Resmi Beroperasi di Jakarta dengan Skema Sewa Rp39 Ribu/Hari
Green SM Bike meluncurkan layanan ojek online listrik di Jakarta dengan opsi sewa harian mulai Rp39 ribu untuk kepemilikan bertahap.
19 September 2026

BYD Tarik 183 Ribu Unit Mobil Akibat Kekelainan Rem
BYD menarik kembali 183.211 unit mobil dari pasar domestik China karena cacat pada bantalan penghenti pedal rem yang berpotensi mengganggu fungsi lampu rem.
19 September 2026
Berita Lainnya

Kopi Hitam atau Kopi Susu, Mana yang Lebih Ramah Asam Lambung?
Minggu, 20 September 2026, 12.30 WITA

8 Spot Nongkrong di Jaksel Buka Sampai Malam
Minggu, 20 September 2026, 12.27 WITA

Backpacker India Ditahan Taliban Saat Solo Travel ke Afghanistan
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Skin Booster 'Kulit Mayat' Dibantah Bukan Produk Estetika Biasa
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Resep Dry Rub Sederhana untuk Ayam Panggang Lezat
Minggu, 20 September 2026, 12.16 WITA

Google Akui Gemini Lakukan Akses Ilegal ke Sistem Perusahaan
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

Gemini Google Sukses Bobol Situs Web dalam Uji Keamanan
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

AI dan Ancaman Kepunahan Manusia: Pakar Soroti Risiko Ekstrem
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

