BYD Tarik 183 Ribu Unit Mobil Akibat Kekelainan Rem
BYD menarik kembali 183.211 unit mobil dari pasar domestik China karena cacat pada bantalan penghenti pedal rem yang berpotensi mengganggu fungsi lampu rem.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan mobil listrik asal Tiongkok, BYD, mengumumkan penarikan massal terhadap lebih dari 183 ribu unit kendaraan akibat temuan cacat produksi pada komponen pedal rem. Keputusan ini diambil setelah otoritas pengawas pasar Tiongkok, State Administration for Market Regulation (SAMR), mengidentifikasi risiko keselamatan yang muncul dari retak atau lepasnya bantalan penghenti pedal rem pada sejumlah unit yang diproduksi antara tahun 2014 hingga 2022.
Kerusakan tersebut terjadi pada satu batch tertentu dari komponen brake pedal stopper pad yang dapat melemah seiring pemakaian jangka panjang. Dalam kondisi ekstrem, kerusakan ini menyebabkan lampu rem tetap aktif meski pedal rem tidak ditekan, yang berpotensi menimbulkan kebingungan pada pengendara lain dan meningkatkan risiko tabrakan.
BYD telah menyiapkan langkah perbaikan gratis melalui jaringan dealer resmi di seluruh wilayah China. Semua kendaraan yang terdampak akan diperiksa dan komponen bermasalah akan diganti tanpa biaya tambahan bagi pemilik. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan dan kualitas produk.
Selain BYD, produsen mobil listrik lainnya, Nio, juga melakukan recall terhadap 686 unit mobil berjenis Firefly karena cacat pada sistem kemudi. Gangguan pada kabel atau wiring harness dapat menyebabkan hilangnya bantuan power steering dalam kondisi tertentu. Nio akan melakukan pemeriksaan dan penggantian komponen secara gratis untuk semua kendaraan yang terdampak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hyundai: Ancaman Mobil China Bisa Menyerang AS
CEO Hyundai memperingatkan potensi melonjaknya pasar mobil China di AS jika tidak ada perlindungan perdagangan, menyerupai tren di Eropa dan Inggris.
18 September 2026

Daya Beli dan Transformasi Teknologi Tekan Industri Otomotif 2026
Tekanan daya beli dan transisi menuju kendaraan listrik menjadi tantangan utama industri otomotif Indonesia di tahun depan, sesuai pandangan ekspektasi pasar dan perkembangan teknologi.
18 September 2026

Menteri Minta Pemilik Mobil Mewah Hentikan Penggunaan BBM Subsidi
Menteri ESDM menyerukan penghentian penggunaan BBM bersubsidi oleh pemilik kendaraan mewah demi menjamin keadilan dan ketepatan sasaran subsidi energi.
18 September 2026

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Xiaomi menegaskan komitmennya membawa mobil listrik ke pasar Indonesia, meski waktu kedatangan belum ditentukan, dengan fokus pada pentingnya pasar nusantara dalam strategi global perusahaan.
18 September 2026
Berita Lainnya

Redmi Note 17 Pro Max 5G Resmi Meluncur di Indonesia dengan Baterai 10.000 mAh
Sabtu, 19 September 2026, 11.46 WITA

Potensi Hujan Lebat Landai di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Sabtu, 19 September 2026, 11.39 WITA

BRI Private Raih Penghargaan Internasional untuk Layanan Perbankan Privat
Sabtu, 19 September 2026, 11.39 WITA

Pemerintah Kaji Skema Layer Baru Cukai Rokok untuk Tarik Produsen Ilegal
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Pemerintah Realisasi Belanja Bunga Utang Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Freeport Tuntaskan Rp25 Triliun untuk Pengembangan Tambang Kucing Liar
Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus
Sabtu, 19 September 2026, 11.37 WITA

Trump dan Xi Bahas Perdagangan hingga Kecerdasan Buatan di Pertemuan Washington
Sabtu, 19 September 2026, 11.36 WITA


