Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Freeport Tuntaskan Rp25 Triliun untuk Pengembangan Tambang Kucing Liar

PT Freeport Indonesia telah mengalokasikan Rp25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 11.38 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Freeport Tuntaskan Rp25 Triliun untuk Pengembangan Tambang Kucing Liar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan tambang PT Freeport Indonesia telah menyelesaikan tahap awal pengembangan tambang Kucing Liar di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah, dengan penyerapan dana sebesar Rp25 triliun. Investasi tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk memastikan kelangsungan produksi dalam dekade mendatang, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem pertambangan nasional.

Dalam kesempatan rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Presiden Direktur Tony Wenas menyatakan bahwa proyek ini kini telah memasuki fase pengembangan aktif. Ia menegaskan bahwa produksi komersial dari tambang tersebut diharapkan bisa dimulai pada tahun 2029, sejalan dengan rencana strategis perusahaan hingga 2033. Total kebutuhan investasi proyek diperkirakan mencapai Rp72 triliun, dengan sebagian besar dana akan digunakan untuk infrastruktur bawah tanah dan fasilitas pengolahan.

Hasil studi terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam potensi cadangan. Pada akhir 2025, estimasi cadangan Kucing Liar mencapai sekitar 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas hingga tahun 2041, meningkat dari proyeksi sebelumnya yang hanya 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas. Dengan desain terbaru, kapasitas produksi maksimal diperkirakan mencapai 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas per tahun, naik lebih dari 35% dibandingkan proyeksi awal.

Peningkatan kapasitas ini didukung oleh ekspansi jejak deposit yang telah dievaluasi secara menyeluruh, termasuk rencana peningkatan kapasitas pengolahan dari 90.000 metrik ton per hari menjadi 130.000 metrik ton per hari. Kajian ekonomi menyebutkan bahwa tambahan investasi modal sekitar US$500 juta diperlukan, termasuk penyesuaian terhadap operasional Grasberg Block Cave dan peningkatan fasilitas pendukung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya