Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi

Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan mobil listrik Neta Auto di China memasuki fase pemulihan setelah rencana restrukturisasi disetujui dalam rapat kreditur keempat yang digelar secara daring. Dalam dokumen yang dirilis, Hozon New Energy Automobile Company, induk perusahaan Neta, bakal diakuisisi oleh Zhejiang Taiyi Shanglian Enterprise Management Partnership, sebuah entitas manajemen yang didirikan khusus tahun ini oleh dua perusahaan teknologi asal Zhejiang. Investasi senilai 3 miliar yuan (sekitar Rp7,9 triliun) akan digunakan untuk mengakuisisi 70,6 persen saham Hozon, menjadi fondasi utama pemulihan operasional.

Dana tersebut dibagi secara spesifik: sebesar 1,17 miliar yuan digunakan untuk melunasi utang lama, termasuk pembayaran kreditur, biaya kepailitan, dan pengelolaan aset yang dipertahankan. Sementara sisanya, 1,83 miliar yuan, akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk memulai kembali produksi, membangun kembali rantai pasok, dan menghidupkan kembali jaringan purnajual yang sempat terhenti. Fokus utama kini tertuju pada dua model SUV, Neta L dan Neta X, yang dikategorikan sebagai aset strategis inti dan akan terus diproduksi.

Produksi sedan Neta S dan GT yang dianggap tidak vital akan dipisahkan dan dipasarkan secara terpisah. Rencana pemulihan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama menargetkan produksi awal sebanyak 10 ribu unit per tahun, dengan fokus utama pada Neta X. Pada tahap ini, rantai pasok akan dibangun kembali dan layanan purnajual diaktifkan kembali untuk menangani klaim garansi dari sekitar 400 ribu pemilik mobil. Tahap kedua menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 300 ribu unit per tahun dan pengembangan model khusus untuk pasar berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Pada tahap akhir, perusahaan berencana mengembangkan mobil listrik pintar baru untuk pasar global, dengan target nilai produksi tahunan mencapai 40 miliar yuan (Rp105,8 triliun). Langkah ini juga menjadi persiapan untuk penawaran saham perdana (IPO) dalam jangka menengah. Di Indonesia, produksi Neta X tetap dilanjutkan, sementara model V dan V-II tidak disebutkan secara eksplisit dalam rencana. Layanan purnajual telah dialihkan ke Otoklix dan Anma Mobil, sementara sejumlah dealer ditutup.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya