Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tetap mengacu pada rencana penerbitan surat berharga negara (SBN) dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun 2026. Strategi ini tidak mengalami perubahan, dengan lelang SBN tetap dilaksanakan setiap hari Selasa sesuai jadwal rutin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kebijakan fiskal dalam menghadapi tantangan ekonomi makro.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menegaskan bahwa arahan pembiayaan tetap sejalan dengan target defisit APBN 2026 yang ditetapkan di angka 2,85%. Dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan pendanaan dan stabilitas pasar, pemerintah menghindari lonjakan besar dalam penerbitan lelang yang berpotensi menimbulkan risiko supply SBN.
Upaya menjaga keseimbangan pasar juga dilakukan dengan memastikan tidak ada penambahan volume penerbitan lelang yang berlebihan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kenaikan imbal hasil SBN yang dapat mengganggu stabilitas keuangan negara. Dengan pendekatan yang terukur, pemerintah berharap dapat menjaga tingkat imbal hasil SBN pada level yang terkendali dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Penerbitan SBN ritel tetap dilanjutkan melalui dua seri utama, yakni Sukuk Tabungan dan SBN ritel konvensional, sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat dan investor ritel. Selain itu, pemerintah tetap membuka peluang menerbitkan instrumen dalam valuta asing jika kondisi pasar memungkinkan. Sementara itu, dana dari lembaga multilateral seperti Bank Dunia, ADB, dan AIIB juga siap dicairkan sebagai bagian dari pendanaan alternatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026

Kerja Sama Bea Cukai dan Danantara Perkuat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
Pertukaran data antara Bea Cukai dan PT Danantara Sumberdaya Indonesia dilanjutkan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas ekspor batu bara, CPO, dan ferro alloy sesuai aturan PP 24/2026.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


