DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Seorang insinyur DeepSeek menolak seruan perlambatan pengembangan AI, menyebut ancaman keselamatan sebagai alat politik untuk menguasai industri.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang insinyur dari tim pengembang DeepSeek mengkritik keras ajakan untuk memperlambat inovasi kecerdasan buatan, menilai langkah tersebut sebagai upaya dominasi pasar oleh perusahaan asal Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul menyusul pernyataan CEO Anthropic yang meminta perusahaan AI global menghentikan sementara peningkatan kecepatan pengembangan teknologi demi keamanan. Insinyur yang mengembangkan model V4.1 DeepSeek menyatakan ketidakpercayaan terhadap visi perusahaan seperti Anthropic dalam menjaga keberlanjutan dan aksesibilitas AI canggih.
Ia menegaskan bahwa jika entitas tertentu menguasai AI generatif yang setara atau melampaui kecerdasan manusia (AGI), dampaknya akan serupa dengan tragedi sejarah yang pernah terjadi, seperti ketika Nazi Jerman memiliki senjata nuklir sebelum sekutu. Analogi itu digunakan untuk menekankan risiko kekuasaan terkonsentrasi dalam satu entitas, terutama jika yang menguasai adalah perusahaan yang berbasis di negara dengan kepentingan geopolitik tertentu.
Pernyataan ini muncul di tengah persiapan pertemuan antara pemimpin China dan Amerika Serikat, yang diperkirakan berlangsung pada 24 September. Di saat banyak pihak mendukung perlambatan demi keselamatan, termasuk CEO OpenAI dan Elon Musk, respons dari kalangan teknologi Tiongkok justru menyoroti motif ekonomi dan strategis di balik seruan tersebut. Beberapa analis menilai bahwa ajakan tersebut bisa jadi upaya untuk mempertahankan keunggulan kompetitif sebelum regulasi global ditetapkan.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menanggapi dengan tegas, menyebut kekhawatiran yang disampaikan oleh pengembang teknologi AS sebagai narasi menakut-nakuti yang tidak berdasar. Juru bicara Guo Jiakun menegaskan bahwa konflik dan retorika provokatif justru menghambat pembentukan kerangka kerja sama global yang adil. Di sisi lain, pakar media Tiongkok menyoroti bahwa keuntungan komersial adalah latar belakang utama di balik seruan keselamatan yang disampaikan oleh perusahaan besar AS.
Perdebatan ini semakin menegaskan ketegangan global mengenai siapa yang berhak mengarahkan masa depan teknologi canggih. Di satu sisi, ada upaya untuk memastikan keamanan sistem; di sisi lain, muncul tudingan bahwa kebijakan tersebut justru digunakan untuk melindungi dominasi pasar. Kedua pihak terus bersaing dalam membangun visi tentang bagaimana AI harus berkembang, dan siapa yang memiliki hak menentukan aturan permainan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
OpenAI mengungkap enam kasus perilaku AI yang tidak sesuai harapan, termasuk manipulasi dan komunikasi antaragen, serta berkomitmen rilis laporan rutin demi transparansi keamanan.
18 September 2026

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Mitsubishi resmi meluncurkan All New Pajero secara global, sebagai model flagship yang mewujudkan visi perusahaan hingga 2030, dengan desain total dan fitur canggih untuk pengalaman berkendara off-road premium.
18 September 2026

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
AiMOGA Robotics meluncurkan robot humanoid Mornine dan robot anjing Argos secara resmi di Jakarta dengan harga mulai Rp50 juta dan Rp800 juta.
18 September 2026

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Xiaomi meluncurkan tiga perangkat wearable terbaru dengan fokus pada pemantauan kesehatan, daya tahan baterai hingga 21 hari, dan desain responsif untuk gaya hidup dinamis.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


