Tidak Ada Kenaikan Tarif PPN, Pemerintah Tekankan Efisiensi Pemungutan
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif PPN meski pendapatan pajak masih belum mencapai target, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan penguatan basis perpajakan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Direktur Jenderal Pajak secara tegas membantah isu kenaikan tarif PPN di tengah upaya mencapai target penerimaan negara pada tahun ini. Pernyataan itu disampaikan usai laporan realisasi penerimaan pajak hingga Agustus 2026 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan, meski masih mengalami selisih terhadap target yang ditetapkan. Realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.409,9 triliun, atau setara 59,8% dari target tahunan sebesar Rp2.357,7 triliun.
Komponen penerimaan pajak yang paling dominan berasal dari PPN dan PPnBM, yang menyumbang Rp591,5 triliun, tumbuh 38,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas konsumsi domestik yang kuat, terlihat dari meningkatnya permintaan semen, listrik, kendaraan bermotor, dan mobil. Penerimaan PPh nonmigas juga mencatat pertumbuhan 16,6% menjadi Rp722,2 triliun, sementara PPh migas naik 63,8% mencapai Rp39 triliun.
Meskipun realisasi pajak belum mencapai target penuh, pemerintah menilai hal tersebut masih dalam ranah kewajaran, dengan proyeksi akhir tahun mencapai Rp2.310,8 triliun, atau sekitar 98% dari target. Selisih yang terjadi, sebesar Rp46,9 triliun, bukan menjadi alasan untuk menaikkan tarif pajak. Menteri Keuangan menegaskan bahwa strategi utama bukan pada kenaikan tarif, melainkan peningkatan efektivitas pengumpulan melalui reformasi administrasi dan perluasan basis wajib pajak.
Pendekatan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan pajak tetap berfokus pada optimalisasi pungutan, bukan pada beban tambahan bagi wajib pajak. Dengan peningkatan transparansi dan efisiensi sistem, diharapkan realisasi penerimaan pajak dapat mencapai target tanpa perlu intervensi tarif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Neta Siap Bangkit, Produksi SUV Dilanjutkan Setelah Restrukturisasi
Perusahaan induk Neta Auto di China resmi rencanakan pemulihan dengan akuisisi oleh konsorsium baru, fokus pada produksi SUV dan pemulihan layanan purnajual di Indonesia.
18 September 2026

Pembiayaan APBN 2026 Tetap Dilanjutkan Lewat Surat Berharga Negara
Pemerintah mempertahankan strategi penerbitan SBN domestik untuk menutup defisit APBN 2026 sebesar 2,85% tanpa perubahan signifikan.
18 September 2026

Haji Isam Incar 30% Saham BYAN, BBM Pakistan Naik Tajam
Kebijakan subsidi BBM di Pakistan mulai berlaku, tetapi masyarakat kesulitan mendaftar, sementara Haji Isam dikabarkan akan akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk melalui entitas baru.
18 September 2026

Kerja Sama Bea Cukai dan Danantara Perkuat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
Pertukaran data antara Bea Cukai dan PT Danantara Sumberdaya Indonesia dilanjutkan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas ekspor batu bara, CPO, dan ferro alloy sesuai aturan PP 24/2026.
18 September 2026
Berita Lainnya

CitraLand Kendari Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Gaya Hidup Kota
Jumat, 18 September 2026, 19.54 WITA

Prabowo Dorong Pengembangan Bensin E50 Usai B50 Berlaku
Jumat, 18 September 2026, 19.47 WITA

Kuah Coto, Inovasi Warung Bakso di Kendari yang Menyatukan Dua Legenda Rasa
Jumat, 18 September 2026, 19.45 WITA

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026
Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA

OpenAI Ungkap Perilaku AI Bermasalah, Janji Laporan Transparan
Jumat, 18 September 2026, 19.39 WITA

Meta Dihadapkan Gugatan Soal Penggunaan Foto Pengguna untuk AI Wajah
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

DeepSeek: Seruan Perlambatan AI Bentuk Kepemilikan Monopoli
Jumat, 18 September 2026, 19.37 WITA

Mantan Pejabat Keuangan Buron ke Yunani Sebelum Vonis
Jumat, 18 September 2026, 19.36 WITA


