Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026

Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diprediksi mengalami kekeringan ekstrim saat musim kemarau 2026, berdasarkan laporan terkini yang dirilis hari ini, 18 September 2026.

Jurnalis:Muh. Atman Mappa, S.Sos.·Jumat, 18 September 2026, 19.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrim pada Musim Kemarau 2026📷 Dok. iNarasikita/Muh. Atman Mappa, S.Sos.

Kendari, ıNarasikita - Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diprediksi menghadapi situasi kekeringan ekstrim pada musim kemarau tahun 2026. Informasi ini diungkapkan dalam laporan terkini yang dirilis hari ini, Kamis (18/9/2026), meski belum disebutkan institusi atau lembaga yang merilis prediksi tersebut.

Laporan menyebutkan bahwa kondisi tersebut didasarkan pada pola cuaca dan perubahan iklim yang terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, prediksi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan kalangan pengambil kebijakan.

Belum ada langkah konkret yang diumumkan pemerintah kota Kendari terkait antisipasi kekeringan ekstrim yang diprediksi akan terjadi. Masyarakat diimbau tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari pihak terkait.

Kondisi serupa pernah terjadi pada beberapa tahun sebelumnya, di mana daerah-daerah di Sulawesi Tenggara mengalami krisis air bersih karena musim kemarau yang berkepanjangan. Pemerintah daerah, dalam situasi tersebut, biasanya mengupayakan langkah-langkah darurat seperti pengadaan air bersih dan pembatasan penggunaan air.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait di Kendari mengenai langkah antisipasi terhadap prediksi kekeringan ekstrim tahun depan.

Muh. Atman Mappa, S.Sos.
Laporan dari lapangan
Reporter: Muh. Atman Mappa, S.Sos. · Editor: Muh. Atman Mappa, S.Sos. (Direktur)

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya