Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PSEL Bogor Raya Jadi Model Terobosan Penanganan Sampah Nasional

Proyek PSEL di Galuga, Bogor, menjadi yang pertama di Indonesia dengan integrasi pengolahan sampah baru dan lama menggunakan pirolisis serta konversi energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
PSEL Bogor Raya Jadi Model Terobosan Penanganan Sampah Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi meluncurkan pembangunan Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, sebagai solusi komprehensif terhadap krisis sampah yang menumpuk selama puluhan tahun. Proyek ini menjadi terobosan pertama di tingkat nasional dengan pendekatan integratif, di mana sampah harian sebanyak 1.500 ton per hari diolah menjadi listrik melalui teknologi pirolisis, sementara timbunan sampah lama sekitar 700 hingga 1.000 ton per hari juga ditangani secara bertahap.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah tak hanya terletak pada pengelolaan arus baru, tetapi juga pada penyelesaian warisan timbunan yang telah mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik, di mana sampah baru diubah menjadi energi listrik berkapasitas 20–30 MW, sedangkan sampah lama diolah menjadi bahan bakar diesel.

Dengan dukungan PT PLN (Persero) sebagai pembeli listrik, proyek ini diharapkan mampu mengatasi beban sampah yang mencapai 3.000 ton per hari di wilayah Bogor Raya, terutama di Kota Bogor yang menyumbang 700–1.000 ton harian. TPAS Galuga yang sebelumnya dikategorikan darurat lingkungan kini menjadi pusat percontohan penanganan sampah dari hulu hingga hilir, di mana sistem terintegrasi diharapkan mengurangi ketergantungan pada TPA konvensional.

Upaya ini didukung oleh penyederhanaan regulasi dan konsolidasi lintas kementerian, sebagai respons atas kompleksitas proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah selama lebih dari satu dekade. Menurut Zulhas, tantangan besar bukan hanya teknis, tetapi juga birokrasi yang memperlambat penyelesaian masalah. Dengan pendekatan bersama dan dukungan Presiden, diharapkan model ini bisa direplikasi di daerah lain.

PSEL Bogor Raya merupakan bagian dari tiga proyek PSEL gelombang pertama yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, bersama Bekasi dan Denpasar Raya. Namun, keunikan Bogor terletak pada integrasi dua fungsi sekaligus: menghentikan akumulasi sampah baru dan menyelesaikan timbunan lama. Jika sukses, proyek ini berpotensi menjadi contoh nasional dalam penanganan sampah yang berkelanjutan dan berbasis energi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya