Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City
Direktur Utama Adhi Karya meminta maaf atas kelambatan penyelesaian proyek LRT City dan menegaskan komitmen menuntaskannya sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Moeharmein Zein Chaniago, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kondisi mangkraknya proyek LRT City. Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan dengan perwakilan konsumen, Badan Pengawas BUMN, serta perwakilan anak usaha Adhi Karya, PT Adhi Commuter Properti (ADCP), di kantor Badan Pengawas BUMN, Selasa (15/9/2026). Zein menegaskan bahwa sebagai pemimpin holding, ia merasa bertanggung jawab penuh atas penyelesaian proyek yang menimbulkan ketidakpuasan bagi para pembeli.
Ia menegaskan bahwa seluruh upaya penyelesaian akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pengawas BUMN, Dony Oskaria. Penyelesaian kasus ini, menurut Zein, bukan hanya soal administrasi, tetapi juga kewajiban moral terhadap para konsumen yang telah mengalokasikan dana dalam proyek yang kini terhambat. Ia menegaskan komitmen untuk memantau proses secara berkelanjutan hingga tuntas.
Tenggat waktu penting telah ditetapkan: pada 1 Oktober 2026, seluruh data korban atau pembeli yang terdampak proyek harus selesai diinventarisir. Pertemuan lanjutan dan finalisasi rencana penyelesaian dijadwalkan berlangsung antara 10 hingga 15 Oktober 2026. Zein menekankan bahwa evaluasi dan pemantauan akan dilakukan secara ketat, dengan fokus pada akuntabilitas dan transparansi.
Ia juga menyampaikan arahan langsung dari Danantara, sebagai pemegang saham pengendali ADCP, yang menekankan pentingnya menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik dan tanpa menimbulkan korban baru. “Kami diperintahkan agar tidak ada konsumen yang dizolimi, dan ini menjadi prioritas utama,” tegas Zein. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak terkait akan bekerja bersama untuk menjamin kepastian hukum dan kembali membangun kepercayaan publik terhadap proyek infrastruktur berbasis BUMN.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Investasi Rp2,8 T, PSEL Bogor Raya 1 Siap Olah 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Proyek PSEL Bogor Raya 1 resmi diperkenalkan dengan investasi Rp2,8 triliun dan kapasitas pengolahan 500 ribu ton sampah per tahun, berdampak signifikan pada pengurangan emisi dan peningkatan pasokan energi hijau.
18 September 2026

Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Presiden Prabowo Subianto memimpin diplomasi langsung ke Jepang untuk memastikan komitmen investor dalam proyek gas Masela yang terbengkalai selama 28 tahun.
17 September 2026

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Ikon Pariwisata dan Perikanan Modern
Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan di Cirebon akan direvitalisasi menjadi kawasan terintegrasi antara perikanan, ekonomi kreatif, dan wisata berbasis budaya lokal hingga 2028.
17 September 2026

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Proyek pengolahan sampah menjadi listrik di Bogor resmi dimulai, mampu mengolah 500 ribu ton sampah per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 640 ribu ton setara CO₂.
17 September 2026
Berita Lainnya

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Jumat, 18 September 2026, 07.47 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Jumat, 18 September 2026, 07.34 WITA


