Jumat, 18 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City

Direktur Utama Adhi Karya meminta maaf atas kelambatan penyelesaian proyek LRT City dan menegaskan komitmen menuntaskannya sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Moeharmein Zein Chaniago, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kondisi mangkraknya proyek LRT City. Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan dengan perwakilan konsumen, Badan Pengawas BUMN, serta perwakilan anak usaha Adhi Karya, PT Adhi Commuter Properti (ADCP), di kantor Badan Pengawas BUMN, Selasa (15/9/2026). Zein menegaskan bahwa sebagai pemimpin holding, ia merasa bertanggung jawab penuh atas penyelesaian proyek yang menimbulkan ketidakpuasan bagi para pembeli.

Ia menegaskan bahwa seluruh upaya penyelesaian akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pengawas BUMN, Dony Oskaria. Penyelesaian kasus ini, menurut Zein, bukan hanya soal administrasi, tetapi juga kewajiban moral terhadap para konsumen yang telah mengalokasikan dana dalam proyek yang kini terhambat. Ia menegaskan komitmen untuk memantau proses secara berkelanjutan hingga tuntas.

Tenggat waktu penting telah ditetapkan: pada 1 Oktober 2026, seluruh data korban atau pembeli yang terdampak proyek harus selesai diinventarisir. Pertemuan lanjutan dan finalisasi rencana penyelesaian dijadwalkan berlangsung antara 10 hingga 15 Oktober 2026. Zein menekankan bahwa evaluasi dan pemantauan akan dilakukan secara ketat, dengan fokus pada akuntabilitas dan transparansi.

Ia juga menyampaikan arahan langsung dari Danantara, sebagai pemegang saham pengendali ADCP, yang menekankan pentingnya menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik dan tanpa menimbulkan korban baru. “Kami diperintahkan agar tidak ada konsumen yang dizolimi, dan ini menjadi prioritas utama,” tegas Zein. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak terkait akan bekerja bersama untuk menjamin kepastian hukum dan kembali membangun kepercayaan publik terhadap proyek infrastruktur berbasis BUMN.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya