74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Kementerian Luar Negeri melaporkan 74 pelajar WNI masih berada di Kota Mocha, Yaman, dalam situasi ketegangan regional yang terus dipantau secara intensif.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kini memantau kondisi 74 pelajar warga negara Indonesia yang masih berada di Kota Mocha, Yaman, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Jumlah ini turun tiga orang dari sebelumnya 77, setelah tiga individu berhasil dievakuasi ke wilayah aman. Pemerintah terus memastikan keamanan dan keselamatan WNI melalui perwakilan diplomatik yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kepala Biro Humas Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan bahwa situasi di Mocha saat ini masih terkendali, meskipun sejumlah daerah lain di Yaman tetap menjadi area rawan konflik. Di sisi lain, kondisi di Arab Saudi juga dilaporkan stabil. Pemerintah tetap mengutamakan penyelesaian damai atas krisis regional dan mendorong de-eskalasi konflik melalui diplomasi.
KBRI Muscat, yang memiliki kewenangan atas wilayah Yaman, telah berkoordinasi dengan otoritas Yaman untuk memastikan akses bantuan jika diperlukan. Langkah ini dilakukan guna mempercepat respons dalam situasi darurat dan memastikan keberadaan WNI dapat dipantau secara akurat. Kemlu menegaskan bahwa hingga kini belum diperlukan penerapan rencana kontingensi, namun komunikasi intensif dengan pemerintah setempat terus dilakukan untuk menilai perkembangan situasi secara berkala.
Pemerintah mengimbau seluruh WNI di Yaman dan Arab Saudi untuk selalu mengikuti arahan pemerintah lokal serta memantau perkembangan informasi dari perwakilan RI. Untuk mendukung respons cepat, hotline darurat telah disiapkan guna menangani laporan kondisi kritis dan permintaan bantuan. Sebelumnya, kelompok Houthi berhasil merebut kota pelabuhan strategis Mocha pada 10 September 2026, yang memperburuk dinamika keamanan di wilayah tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Kenaikan kasus influenza A kini terjadi secara nasional, dengan anak usia 0–4 tahun menjadi kelompok paling banyak terinfeksi, meski fasilitas kesehatan tetap stabil.
18 September 2026

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Kementerian ESDM mengungkap penyebab antrean panjang di SPBU Makassar akibat pergeseran konsumsi ke BBM subsidi dan praktik penimbunan ilegal oleh oknum.
18 September 2026

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Menteri Luar Negeri Sugiono akan memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, sesuai arahan Presiden Prabowo yang fokus pada isu domestik.
18 September 2026

Hujan Lebat Picu Banjir di Mogadishu, Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Darurat
Hujan deras semalaman mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Mogadishu, merusak rumah dan mengganggu akses, menyebabkan pemerintah daerah membentuk komite tanggap darurat untuk penanganan darurat.
18 September 2026
Berita Lainnya

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Subsidi BBM Pakistan Diterapkan, Warga Kesulitan Akses
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Haji Isam Siap Akuisisi 30% Saham BYAN, Nilai Kepemilikan di Tiga Emiten Capai Rp93 Triliun
Jumat, 18 September 2026, 07.32 WITA

Mal Senayan City Tanggapi Viral Tindakan Kekerasan di Food Court
Jumat, 18 September 2026, 07.30 WITA


