Subsidi BBM Pakistan Diterapkan, Warga Kesulitan Akses
Pemerintah Pakistan mulai menerapkan subsidi bahan bakar untuk kendaraan kecil, namun warga menghadapi kendala teknis dalam pendaftaran.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Pakistan resmi meluncurkan skema subsidi bahan bakar nasional untuk sepeda motor, becak motor, dan kendaraan bermesin hingga 800cc pada Rabu tengah malam, menyusul melonjaknya harga bensin hingga 380 rupee per liter. Kebijakan ini menjadi respons terhadap kenaikan harga energi yang signifikan, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang mengganggu aliran minyak dan gas global.
Sejumlah warga di Karachi terlihat antre di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) untuk mendaftar program subsidi, bahkan beberapa telah menunggu berhari-hari. Namun, proses pendaftaran menghadirkan tantangan besar, terutama bagi mereka yang kurang mampu membaca dan menulis. Banyak pengguna yang mengalami kesulitan memasukkan nomor kendaraan dan data identitas digital, menimbulkan kekecewaan dan frustrasi di tengah krisis ekonomi yang semakin memburuk.
Salah seorang warga, Musharraf, mengungkapkan kekhawatiran atas keberlanjutan hidup masyarakat yang tidak mampu mengakses bantuan secara adil. Ia menyampaikan pertanyaan retoris tentang bagaimana individu tanpa akses literasi digital dapat bertahan hidup di tengah sistem yang diharapkan meringankan beban mereka. Kritik ini menggambarkan celah antara kebijakan yang dirancang inklusif dan kenyataan di lapangan.
Subsidi diberikan sebesar 100 rupee per liter—setara sekitar US$0,36 (Rp6.344)—dengan batas kuota bulanan. Harga bensin sebelum subsidi mencapai 380 rupee (sekitar Rp24.144) per liter, sementara solar diperkirakan berada di level 409 rupee (Rp26.082) per liter. Kenaikan harga ini terjadi setelah dunia kehilangan sekitar 36 juta ton pasokan LNG dari Timur Tengah sepanjang tahun ini, dengan harga gas spot Asia kembali mendekati US$30 per MMBtu, jauh melampaui angka sebelum konflik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kelok 23 Resmi Uji Coba, Tawarkan Akses dan Pemandangan Baru
Jalur Kelok 23 Bantul-Gunungkidul mulai diuji coba secara terbatas untuk meningkatkan konektivitas dan menawarkan panorama alam menakjubkan bagi pengguna jalan.
17 September 2026

VinFast Perkenalkan Ekosistem EV Lengkap di GIIAS Bandung 2026
VinFast hadirkan berbagai model listrik dan layanan pendukung di GIIAS Bandung 2026, tekankan kenyamanan dan ekonomi kepemilikan kendaraan ramah lingkungan.
17 September 2026

Menteri Imbau Pemilik Mobil Mewah Hentikan Penggunaan BBM Subsidi
Menteri ESDM meminta pemilik kendaraan mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi demi menjamin keadilan distribusi energi kepada masyarakat kurang mampu.
17 September 2026

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Google meluncurkan fitur Motion Assist di Android untuk mengurangi rasa mabuk perjalanan saat menggunakan ponsel di kendaraan bergerak.
17 September 2026
Berita Lainnya

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Jumat, 18 September 2026, 07.47 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Jumat, 18 September 2026, 07.34 WITA


