Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Piddington Ajukan Referendum Merdeka Protes Penampungan Pengungsi

Desa Piddington di Oxfordshire, Inggris, menggelar referendum dengan dukungan 96% warga untuk memisahkan diri dari Britania Raya sebagai bentuk protes terhadap rencana penampungan 1.256 pencari suaka di bekas lokasi Kementerian Pertahanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga Piddington Ajukan Referendum Merdeka Protes Penampungan Pengungsi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Warga desa Piddington, yang terletak sekitar empat mil sebelah tenggara Bicester, menggelar referendum atas keinginan memisahkan diri dari kerajaan Inggris. Hasilnya menunjukkan 96% penduduk mendukung pelaksanaan pemungutan suara untuk menentukan status politik desa. Aksi ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang merencanakan menempatkan 1.256 pencari suaka di lokasi bekas kantor Kementerian Pertahanan (MoD) Bicester, yang berada di kawasan desa tersebut.

Rencana tersebut merupakan bagian dari strategi nasional pemerintah Inggris untuk mengalihkan pencari suaka dari akomodasi sementara seperti hotel ke fasilitas penampungan permanen. Lokasi yang disebut Site A berada di area MoD Bicester, bersebelahan dengan desa Piddington serta Upper dan Lower Arncott. Keputusan ini memicu ketegangan di tengah masyarakat setempat yang merasa terganggu oleh perubahan demografi dan beban sosial yang ditimbulkan.

Ketua Dewan Paroki Piddington, Tim McNally, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk ekspresi demokrasi langsung yang berani. Ia menegaskan bahwa warga tidak menganggap diri sebagai pihak yang kuat, tetapi berharap dapat menyampaikan pesan kuat kepada pemerintah dan publik internasional tentang kekhawatiran terhadap keputusan kebijakan yang diambil tanpa partisipasi lokal.

Pemerintah Inggris tetap bersikukuh menegaskan bahwa rencana penampungan di MoD Bicester tidak akan dibatalkan. Menteri Kebudayaan Lisa Nandy menekankan bahwa membatalkan kebijakan tersebut bukanlah keputusan yang adil, mengingat sejumlah wilayah lain telah lebih lama menanggung beban yang lebih besar dalam menampung pencari suaka. Namun, dukungan besar dari warga Piddington menunjukkan semakin kuatnya gerakan lokal dalam menentukan nasib wilayahnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya