Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menteri Imbau Pemilik Mobil Mewah Hentikan Penggunaan BBM Subsidi

Menteri ESDM meminta pemilik kendaraan mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi demi menjamin keadilan distribusi energi kepada masyarakat kurang mampu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Menteri Imbau Pemilik Mobil Mewah Hentikan Penggunaan BBM Subsidi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan kekhawatiran terhadap tren peralihan penggunaan bahan bakar dari nonsubsidi ke jenis subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar. Menteri ESDM menekankan bahwa alokasi subsidi harus diperuntukkan bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan, bukan justru dimanfaatkan oleh kalangan berkecukupan. Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk penyalahgunaan yang mengancam efektivitas kebijakan subsidi energi.

Dalam pernyataannya, Menteri menekankan pentingnya kesadaran sosial dari masyarakat mampu, khususnya mereka yang memiliki kendaraan mewah atau kondisi ekonomi stabil. Ia mengingatkan bahwa BBM bersubsidi bukan hak eksklusif bagi siapa pun, melainkan fasilitas publik yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa penggunaan BBM subsidi oleh kelompok mampu berarti mengambil hak dari mereka yang benar-benar membutuhkan.

Menanggapi kemungkinan penerapan regulasi ketat, Menteri menyatakan bahwa meskipun proses peraturan membutuhkan waktu dan mekanisme yang matang, imbauan langsung dari pihak pemerintah tetap menjadi langkah penting untuk menyadarkan masyarakat. Ia menilai bahwa kesadaran moral lebih dulu harus ditanamkan sebelum kebijakan formal dijalankan. Dalam konteks ini, ia menjadi teladan dengan menyatakan tidak pernah menggunakan BBM subsidi meski secara teknis berhak melakukannya.

Menteri juga mengungkapkan latar belakang pribadinya yang pernah merasakan manfaat beras subsidi sebagai bentuk kehidupan sederhana. Ia menekankan bahwa kebijakan subsidi harus berjalan dengan prinsip keadilan dan keberpihakan, bukan menjadi alat untuk memperkaya kelompok yang sudah mapan. Dengan demikian, setiap penggunaan BBM bersubsidi harus dipertimbangkan secara bijak, agar hak rakyat tetap terjaga dan tidak direbut oleh yang tidak berhak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya