Menteri Imbau Pemilik Mobil Mewah Hentikan Penggunaan BBM Subsidi
Menteri ESDM meminta pemilik kendaraan mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi demi menjamin keadilan distribusi energi kepada masyarakat kurang mampu.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan kekhawatiran terhadap tren peralihan penggunaan bahan bakar dari nonsubsidi ke jenis subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar. Menteri ESDM menekankan bahwa alokasi subsidi harus diperuntukkan bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan, bukan justru dimanfaatkan oleh kalangan berkecukupan. Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk penyalahgunaan yang mengancam efektivitas kebijakan subsidi energi.
Dalam pernyataannya, Menteri menekankan pentingnya kesadaran sosial dari masyarakat mampu, khususnya mereka yang memiliki kendaraan mewah atau kondisi ekonomi stabil. Ia mengingatkan bahwa BBM bersubsidi bukan hak eksklusif bagi siapa pun, melainkan fasilitas publik yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa penggunaan BBM subsidi oleh kelompok mampu berarti mengambil hak dari mereka yang benar-benar membutuhkan.
Menanggapi kemungkinan penerapan regulasi ketat, Menteri menyatakan bahwa meskipun proses peraturan membutuhkan waktu dan mekanisme yang matang, imbauan langsung dari pihak pemerintah tetap menjadi langkah penting untuk menyadarkan masyarakat. Ia menilai bahwa kesadaran moral lebih dulu harus ditanamkan sebelum kebijakan formal dijalankan. Dalam konteks ini, ia menjadi teladan dengan menyatakan tidak pernah menggunakan BBM subsidi meski secara teknis berhak melakukannya.
Menteri juga mengungkapkan latar belakang pribadinya yang pernah merasakan manfaat beras subsidi sebagai bentuk kehidupan sederhana. Ia menekankan bahwa kebijakan subsidi harus berjalan dengan prinsip keadilan dan keberpihakan, bukan menjadi alat untuk memperkaya kelompok yang sudah mapan. Dengan demikian, setiap penggunaan BBM bersubsidi harus dipertimbangkan secara bijak, agar hak rakyat tetap terjaga dan tidak direbut oleh yang tidak berhak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kelok 23 Resmi Uji Coba, Tawarkan Akses dan Pemandangan Baru
Jalur Kelok 23 Bantul-Gunungkidul mulai diuji coba secara terbatas untuk meningkatkan konektivitas dan menawarkan panorama alam menakjubkan bagi pengguna jalan.
17 September 2026

VinFast Perkenalkan Ekosistem EV Lengkap di GIIAS Bandung 2026
VinFast hadirkan berbagai model listrik dan layanan pendukung di GIIAS Bandung 2026, tekankan kenyamanan dan ekonomi kepemilikan kendaraan ramah lingkungan.
17 September 2026

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Google meluncurkan fitur Motion Assist di Android untuk mengurangi rasa mabuk perjalanan saat menggunakan ponsel di kendaraan bergerak.
17 September 2026

Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Menunda isi bensin hingga tangki habis berpotensi merusak komponen utama mobil, termasuk pompa bahan bakar dan sistem injeksi, serta meningkatkan risiko mogok tiba-tiba.
17 September 2026
Berita Lainnya

38 Obat Alami Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Kamis, 17 September 2026, 22.49 WITA

LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Gratis Delapan Hari
Kamis, 17 September 2026, 22.47 WITA

Meja Makan di Canggu yang Menyentuh Rasa dan Jiwa
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Produk Wearable Baru di Indonesia
Kamis, 17 September 2026, 22.36 WITA

BUK Migas Langsung di Bawah Presiden dalam RUU Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Indonesia Resmi Jalani Prosedur Aksesi ke Bank BRICS
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp139 T, Penerima Manfaat Lebih dari 56 Juta Jiwa
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Prabowo Dorong Implementasi BBM Campuran Bioetanol 50%
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA


