Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp139 T, Penerima Manfaat Lebih dari 56 Juta Jiwa

Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 16 September 2026 mencapai Rp139,77 triliun, atau 63,89% dari pagu total, dengan 56,99 juta penerima manfaat dari target 74,5 juta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Realisasi Anggaran MBG Capai Rp139 T, Penerima Manfaat Lebih dari 56 Juta Jiwa📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Realisasi penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 16 September 2026 telah menembus angka Rp139,77 triliun, setara dengan 63,89% dari total pagu anggaran sebesar Rp218,77 triliun. Sisa anggaran sekitar Rp79 triliun masih tersedia untuk menopang pelaksanaan program hingga akhir tahun. Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, menegaskan bahwa proses penyaluran masih berjalan secara terus-menerus dan terkoordinasi.

Capaian penerima manfaat hingga 31 Agustus 2026 tercatat sebanyak 56,99 juta jiwa, atau 76,45% dari target nasional 74,5 juta orang. Meski belum mencapai target penuh, angka ini merupakan hasil sementara yang sedang dalam proses pembenahan sistem penyaluran. BGN menegaskan bahwa ketidaksesuaian antara data anggaran dan jumlah penerima bukan indikator kegagalan, melainkan akibat perbedaan siklus pelaporan bulanan yang digunakan untuk masing-masing data.

Pembenahan sistem fokus pada penajaman sasaran penerima agar lebih tepat dan berkelanjutan. BGN menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah penerima. Langkah strategis termasuk memperketat standar higienis dan sertifikasi pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga.

Peningkatan inklusivitas juga menjadi prioritas, dengan sebanyak 1.653 sekolah inklusif atau Sekolah Luar Biasa (SLB) yang diusulkan untuk mendapatkan akses MBG. Program juga diperluas ke wilayah 3T, lingkungan pesantren, serta daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi, terutama di luar Pulau Jawa. Tujuannya agar program tidak hanya menjangkau secara luas, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat.

BGN menegaskan bahwa selisih antara target penerima dan realisasi saat ini bukan indikasi penurunan kinerja, melainkan bagian dari upaya perbaikan sistem secara menyeluruh. Proses ini dirancang agar MBG menjadi program yang efisien, efektif, dan berkelanjutan, dengan pendekatan yang berpihak pada kualitas layanan dan keberlanjutan kesejahteraan gizi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya