Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Resmi Jalani Prosedur Aksesi ke Bank BRICS

Indonesia tengah menjalani proses aksesi ke New Development Bank (NDB) dengan koordinasi lintas kementerian dan belum menentukan jumlah investasi awal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Resmi Jalani Prosedur Aksesi ke Bank BRICS📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia kini resmi memasuki tahap formal dalam proses aksesi ke New Development Bank (NDB), lembaga keuangan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS. Langkah ini dilakukan setelah pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden NDB Dilma Rousseff pada 25 Maret 2025, yang menjadi titik awal koordinasi strategis pemerintah. Proses ini sedang berjalan secara intensif, dengan pemantauan terus-menerus dari berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Saat ini, NDB memiliki sepuluh anggota resmi, di mana tujuh di antaranya adalah negara BRICS, sementara tiga lainnya adalah Bangladesh, Aljazair, dan Uzbekistan. Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang sedang dalam proses aksesi bersama Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan negara lain. Meski belum menjadi anggota penuh, Indonesia telah memperkuat komitmennya melalui langkah-langkah teknis dan diplomasi kebijakan multilateral.

Pihak pemerintah menegaskan bahwa keanggotaan NDB tidak terbatas pada negara BRICS, sehingga Indonesia dapat bergabung meskipun belum menjadi anggota kelompok tersebut. Salah satu alasan utama masuk ke NDB adalah fleksibilitas pembiayaan yang memungkinkan penggunaan mata uang lokal, mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi pendanaan proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan.

Meski sebelumnya disebutkan rencana investasi sekitar US$1 miliar, pihak terkait menegaskan bahwa angka tersebut belum final. Proses koordinasi antarlembaga masih berlangsung untuk menentukan besaran kontribusi yang paling tepat. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan update berkala mengenai perkembangan aksesi dan tidak akan mengambil keputusan sepihak tanpa konsultasi lintas sektor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya