Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Implementasi BBM Campuran Bioetanol 50%

Presiden Prabowo memerintahkan segera menyusun peta jalan untuk pengembangan BBM campuran bioetanol 50% guna kurangi ketergantungan impor dan tingkatkan ketahanan energi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Dorong Implementasi BBM Campuran Bioetanol 50%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya segera menyiapkan kerangka strategis untuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM) campuran bioetanol 50%, atau E50, dalam rapat paripurna bersama Dewan Energi Nasional di Istana Merdeka. Instruksi ini disampaikan setelah evaluasi terhadap kebijakan energi nasional, dengan fokus pada transformasi sektor transportasi berbasis energi terbarukan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa arahan tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk memperkuat kemandirian energi dan memitigasi tekanan impor.

Penerapan E50 diharapkan mampu mengurangi konsumsi minyak bumi secara signifikan, sejalan dengan keberhasilan program biodiesel sebelumnya. Saat ini, konsumsi solar mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sementara bensin diproyeksikan berada di kisaran 39 hingga 40 juta kiloliter. Dengan tingginya permintaan energi, pemerintah menilai E50 sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketersediaan BBM domestik secara berkelanjutan.

Selain fokus pada bioetanol, Presiden juga menekankan perlunya mempercepat eksplorasi migas di berbagai cekungan dan blok potensial di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini disertai dengan optimalisasi sumur minyak yang sudah ada, termasuk penerapan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas sumur tua. Pemerintah juga menyoroti pentingnya tata kelola sumur rakyat yang saat ini berjumlah sekitar 45.000 unit, dengan arahan untuk memastikan operasionalnya berjalan secara profesional dan sesuai regulasi.

Kegiatan pengawasan terhadap sumur rakyat akan diperketat guna mencegah praktik ilegal seperti penjualan hasil produksi ke pihak ketiga tanpa mekanisme resmi. Pemerintah menegaskan bahwa semua aktivitas harus dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku. Di samping itu, Presiden juga meminta agar cadangan BBM nasional dipertahankan dalam posisi aman, minimal cukup untuk 18 hingga 20 hari ke depan, sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian geopolitik global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya