BGN Siapkan Marketplace Bahan Baku MBG untuk Transparansi dan Dampak Ekonomi Lokal
Badan Gizi Nasional sedang menyusun marketplace khusus pengadaan bahan baku Makan Bergizi Gratis, berbasis sistem transparan dan berorientasi pada ekonomi daerah mulai akhir 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) kini mempersiapkan platform digital khusus untuk pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang rencananya akan beroperasi pada akhir September atau awal Oktober 2026. Platform ini dirancang untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan secara terbuka dan terkontrol, mulai dari pemilihan pemasok hingga pelaporan transaksi dan perpajakan. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabilitas dan efisiensi.
Sistem yang akan diterapkan mengadaptasi mekanisme SIPLah—yang selama ini digunakan dalam pengelolaan Dana BOS—untuk memastikan konsistensi dan keterbacaan data. Dengan demikian, setiap transaksi pengadaan bahan baku MBG akan tercatat secara digital, termasuk informasi harga, jumlah, lokasi pemasok, dan aspek keuangan lainnya. Hal ini diharapkan mencegah praktik tidak terbuka dan memperkuat pengawasan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Enam komoditas utama akan masuk ke dalam marketplace tahap awal, mencakup daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu. Untuk menjamin kualitas dan keandalan pasokan, BGN menerapkan mekanisme verified seller, di mana hanya pemasok yang terdaftar dan diverifikasi melalui asosiasi pedagang atau peternak yang diperbolehkan berpartisipasi. Ini menekankan pentingnya keterlibatan lembaga formal dalam rantai pasok.
Pengadaan bahan baku juga akan diarahkan secara khusus ke wilayah setempat, dengan prinsip “beli dari daerah sendiri” jika tersedia. Contohnya, jika stok telur cukup di Mojokerto, maka dapur MBG di wilayah itu akan membeli dari peternak lokal, bukan dari luar kabupaten. Jika tidak tersedia, baru diperbolehkan membeli dari luar wilayah. Pendekatan ini tidak hanya menjamin ketersediaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui perputaran dana di tingkat desa dan kabupaten.
Dengan struktur ini, BGN menekankan bahwa program MBG bukan hanya fokus pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memiliki tujuan ekonomi yang nyata. Dengan mengikat pengadaan ke wilayah asal, diharapkan dampak ekonomi dari program ini bisa dirasakan langsung oleh petani, peternak, dan pelaku usaha mikro di daerah. Menurut Kepala BGN, tujuan utama adalah menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana kualitas gizi dan kesejahteraan ekonomi berjalan beriringan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Resmi Jalani Prosedur Aksesi ke Bank BRICS
Indonesia tengah menjalani proses aksesi ke New Development Bank (NDB) dengan koordinasi lintas kementerian dan belum menentukan jumlah investasi awal.
17 September 2026

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp139 T, Penerima Manfaat Lebih dari 56 Juta Jiwa
Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 16 September 2026 mencapai Rp139,77 triliun, atau 63,89% dari pagu total, dengan 56,99 juta penerima manfaat dari target 74,5 juta.
17 September 2026

Haji Isam Resmi Akuisisi 10 Miliar Saham Bayan
Transaksi pengalihan saham pengendali PT Bayan Resources Tbk resmi ditandatangani, dengan Haji Isam sebagai pembeli utama melalui entitas Jhonlin Baratama.
17 September 2026

GEMS Peroleh Kredit US$42 Juta dari Bank Mandiri untuk Proyek Elektrifikasi
PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) mendapatkan fasilitas kredit US$42 juta dari Bank Mandiri melalui anak perusahaannya, Borneo Indobara, untuk pembiayaan proyek elektrifikasi area tambang.
17 September 2026
Berita Lainnya

38 Obat Alami Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Kamis, 17 September 2026, 22.49 WITA

LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Gratis Delapan Hari
Kamis, 17 September 2026, 22.47 WITA

Kelok 23 Resmi Uji Coba, Tawarkan Akses dan Pemandangan Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

Meja Makan di Canggu yang Menyentuh Rasa dan Jiwa
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

VinFast Perkenalkan Ekosistem EV Lengkap di GIIAS Bandung 2026
Kamis, 17 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Produk Wearable Baru di Indonesia
Kamis, 17 September 2026, 22.36 WITA

BUK Migas Langsung di Bawah Presiden dalam RUU Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Prabowo Dorong Implementasi BBM Campuran Bioetanol 50%
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA


