PPN Kejawanan Dibangun Jadi Ikon Pariwisata dan Perikanan Modern
Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan di Cirebon akan direvitalisasi menjadi kawasan terintegrasi antara perikanan, ekonomi kreatif, dan wisata berbasis budaya lokal hingga 2028.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan transformasi besar-besaran pada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat. Proyek ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan upaya menyelaraskan fungsi pelabuhan dengan dinamika ekonomi lokal, budaya, dan pariwisata. Dengan target penyelesaian pada Agustus 2028, pembangunan menekankan kualitas, kebersihan, dan keberlanjutan sebagai fondasi utama.
Menteri Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa pelabuhan yang sebelumnya dikenal kumuh dan bau akan diubah menjadi fasilitas modern bertaraf internasional. Ia menegaskan bahwa visi tersebut merupakan bagian dari reformasi sistemik terhadap pelabuhan perikanan nasional yang selama ini kurang produktif dan minim perhatian terhadap aspek lingkungan dan kenyamanan. “Kita tidak hanya membangun pelabuhan, tapi menciptakan kawasan yang hidup, bersih, dan menjadi ruang ekonomi baru,” ujar dia dalam peresmian peletakan batu pertama.
Kehadiran PPN Kejawanan yang direncanakan akan menggabungkan aktivitas penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, serta ekosistem UMKM, diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata kota. Gubernur Jawa Barat menyoroti pentingnya integrasi antara laut, budaya keraton, dan jaringan transportasi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan ini, termasuk penataan akses jalan dari gerbang tol Ciperna hingga lokasi pelabuhan, demi memudahkan kunjungan wisatawan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Fasilitas yang dibangun mencakup breakwater, dermaga kapal besar dan kecil, kolam pelabuhan, serta infrastruktur darat seperti kantor administrasi, Balai Besar Perikanan Penangkapan Ikan, tempat pelelangan ikan, kios UMKM, dan instalasi pengolahan air limbah. Seluruh proyek dibiayai melalui pinjaman dari Islamic Development Bank (IsDB) dalam kerangka proyek terintegrasi yang dikenal sebagai IDN-1055. Durasi pelaksanaan ditetapkan selama 730 hari kalender, mulai Agustus 2026 hingga 2 Agustus 2028.
Dengan pendekatan terpadu, PPN Kejawanan diharapkan menjadi model pelabuhan perikanan yang tidak hanya mendukung sektor kelautan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal, pengembangan UMKM, dan destinasi wisata yang khas dengan identitas budaya Cirebon. Tujuan akhirnya adalah menciptakan kawasan yang mampu menopang keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam satu ruang yang terintegrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Presiden Prabowo Subianto memimpin diplomasi langsung ke Jepang untuk memastikan komitmen investor dalam proyek gas Masela yang terbengkalai selama 28 tahun.
17 September 2026

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Proyek pengolahan sampah menjadi listrik di Bogor resmi dimulai, mampu mengolah 500 ribu ton sampah per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 640 ribu ton setara CO₂.
17 September 2026

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Pemerintah resmi memulai pembangunan PPN Kejawanan di Cirebon dengan investasi Rp459 miliar, bertujuan meningkatkan produktivitas dan akses pasar global.
17 September 2026

LRT Jakarta Resmi Beroperasi dari Kelapa Gading ke Manggarai
Proyek LRT Jakarta yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade kini resmi beroperasi penuh dari Kelapa Gading hingga Manggarai dengan total panjang 12,2 kilometer dan 11 stasiun.
17 September 2026
Berita Lainnya

Kebiasaan Menunda Nikmati Kopi Bisa Cerminan Pola Hidup
Kamis, 17 September 2026, 19.46 WITA

Tesla Resmi Hadir di Vietnam Lewat Anak Perusahaan Baru
Kamis, 17 September 2026, 19.45 WITA

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 19.38 WITA

Zuckerberg Dorong AI Berkembang Bebas, Tekankan Tanggung Jawab Mandiri
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Perketat Sistem Magang Nasional
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Antrean BBM di Makassar Tuntas, Pemerintah Ungkap Penimbunan dan Faktor Teknis
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia dan Malaysia Percepat Pembaruan MoU Perlindungan Pekerja Migran
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pendapatan PNBP Kemnaker Dominasi dari Izin Tenaga Asing
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA


