Antrean BBM di Makassar Tuntas, Pemerintah Ungkap Penimbunan dan Faktor Teknis
Stok BBM nasional aman di angka 18–20 hari, antrean di SPBU Makassar telah terselesaikan setelah pemerintah mengungkap penimbunan dan gangguan logistik akibat El Nino.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, telah sepenuhnya teratasi, demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan bahwa stok BBM secara nasional berada dalam batas aman, mencapai rentang 18 hingga 20 hari kebutuhan harian, sesuai standar minimum yang ditetapkan. Penyelesaian antrean ini, menurutnya, telah dilaporkan langsung kepada Presiden RI.
Bahlil mengidentifikasi perubahan pola konsumsi masyarakat sebagai salah satu penyebab utama kepadatan. Banyak pengguna beralih dari BBM non subsidi seperti Pertamax (RON 92) ke BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90), yang menyebabkan lonjakan permintaan secara tiba-tiba. Fenomena ini, kata dia, menimbulkan tekanan pada distribusi dan memicu antrean di sejumlah titik pengisian.
Dalam upaya mengurai kepadatan, pemerintah juga menemukan adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu. Salah satu modus yang terungkap adalah modifikasi kapasitas tangki kendaraan, di mana sejumlah mobil dikembangkan hingga mencapai kapasitas 700 liter hingga satu ton. Kendaraan seperti Pajero dan jenis lain digunakan untuk mengangkut BBM dalam jumlah besar, yang kemudian disimpan secara ilegal, menyebabkan kelangkaan di SPBU.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah sedang mendalami temuan penyimpangan tersebut. Ia menegaskan bahwa modifikasi tangki yang melebihi batas standar, seperti penambahan kapasitas hingga 50–75%, menjadi salah satu faktor mendasar terjadinya antrean. Selain itu, kondisi El Nino turut memengaruhi jalur pengiriman, terutama karena pendangkalan sungai yang memaksa peralihan distribusi ke jalur darat menggunakan truk, sehingga memperpanjang waktu tempuh.
Pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Dengan stok nasional yang stabil dan langkah penegakan hukum yang diperkuat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang. Upaya penindakan terhadap pelaku penimbunan akan terus dilakukan secara tegas dan terintegrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Perketat Sistem Magang Nasional
Kemnaker perkuat seleksi perusahaan dan pendampingan pasca-magang demi penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
17 September 2026

Indonesia dan Malaysia Percepat Pembaruan MoU Perlindungan Pekerja Migran
Pemerintah Indonesia menargetkan penandatanganan MoU baru dengan Malaysia pada Oktober 2026 untuk perkuat perlindungan dan ekspansi kuota pekerja migran formal.
17 September 2026

Trenggono Ungkap Momen Awal Jadi Menteri dari Dorongan Prabowo
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menceritakan perjalanan awalnya menjadi menteri, didorong langsung oleh Prabowo Subianto, serta niat transformasi pelabuhan perikanan melalui proyek PPN Kejawanan.
17 September 2026

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kementerian Komunikasi dan Digital menegur 25 platform, termasuk Whoosh dan Susi Air, karena belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat hingga batas waktu 22 September 2026.
17 September 2026
Berita Lainnya

Kebiasaan Menunda Nikmati Kopi Bisa Cerminan Pola Hidup
Kamis, 17 September 2026, 19.46 WITA

Tesla Resmi Hadir di Vietnam Lewat Anak Perusahaan Baru
Kamis, 17 September 2026, 19.45 WITA

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 19.38 WITA

Zuckerberg Dorong AI Berkembang Bebas, Tekankan Tanggung Jawab Mandiri
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Ikon Pariwisata dan Perikanan Modern
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA

Pendapatan PNBP Kemnaker Dominasi dari Izin Tenaga Asing
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA

Prabowo Dorong Hilirisasi Bauksit, Target Nilai Tambah 40 Kali Lipat
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA


